Bisnis Online

Published on Desember 21st, 2017 | by Ibnu

6 Teknik Marketing Kuno Yang Sebaiknya Kamu Tinggalkan!

Zaman senantiasa mengalami perubahan kearah tidak disangka, tidak hanya penampakan secara langsung yang bisa kita saksikan bersama, namun cara-cara didalamnya juga telah banyak mengalami perubahan. Perubahan tersebut ada karena wujud penyesuaian terhadap dunia yang kian berkembang. Inilah teknik marketing salah yang sebaiknya kamu tinggalkan.

Perlahan, cara-cara kuno yang dahulu menjadi idaman, kini mau tak mau harus kita tinggalkan. Cara baru yang menawarkan pengalaman baru, terlebih sebuah kesempatan baru. Namun ada beberapa orang yang entah karena belum tahu, atau apa masih senang menggunakan cara kuno, dalam pemasaran bisnis. Cara kuno tidak  salah, namun akan sangat lucu sekali jika diterapkan dengan manusia modern saat ini.

Zaman telah berubah, pola sikap dan pola pikir manusia juga ikut berubah. Dan inilah saat yang tepat bagi sahabat yang asyik bergulat di dunia bisnis juga berubah, mengganti beberapa strategi marketing sudah kuno dengan cara baru yang lebih menarik.

Kenapa ini penting?

Mengetahui kesalahan sendiri, dan juga kesalahan orang lain, akan sangat membantu kita dalam evaluasi diri, terlebih dalam hal berbisnis, Pengalaman tidak boleh dipandang sebelah mata, terlebih pengalaman berupa hal-hal kurang baik, maka wajib untuk dibagikan kepada orang lain.

Oke, berikut ialah prinsip marketing kuno yang sudah selayaknya kamu tinggalakan.

Teknik marketing salah:

Tinggalakan brosur

Pernahkah kamu mendapatkan sebuah brosur di pinggiran jalan, atau di tempat-tempat tertentu? Apakah brosur tersebut masih kamu simpan sampai sekarang ? Atau malah semua brosur tersebut berakhir di tong sampah?

Yup… rata-rata strategi pemasaran dengan brosur hanya akan berakhir di tong sampah, bukanya tidak berarti, namun cara ini sudah tidak manjur lagi di era digital ini. *maaf saya sedikit tegas.

Lihatlah bagaimana cara brosur tersebut itu sampai ke tangan kita, ada yang tergeletak dijalan begitu saja, ada dengan paksaan untuk menerima, dan dengan cara-cara kurang menghargai kertas lainya.

Lihatlah cara lama dengan menempel brosur di tiang-tiang listrik saat ini, dipohon sampai merusaknya, di lampu-lampu lalu lintas, percayalah tidak akan ada orang yang tertarik, boro-boro membaca, melihat saja mereka enggan.

Daripada membikin brosur dengan biaya banyak, buang waktu, dan tenaga mendistribusikanya, yang itu belum tentu dibaca juga, lebih baik sahabat memikirkan cara lain supaya orang-orang lebih tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Simpan uangmu, gunakan untuk mencari cara lain, yang lebih mengundang hasil.

Ingat ilmu konversi, iklan yang akan dilihat oleh banyak orang, memiliki kemungkinan besar untuk menghasilkan uang. Jika dalam iklan saja konversi orang-orang yang akan melihat minim, pasti hasilnya juga akan minimalis.

Menjebak orang datang menuju website

Marketing lewat website adalah cara baru bisnis yang sangat powerfull, namun cara-cara untuk mendatangkan konsumen yang kurang tepat inilah, malah menjadikan bisnis tidak bisa berjalan dengan semestinya.

Dahulu, banyak kan kita temui mereka yang menjebak kita dalam website dengan menawarkan barang tidak begitu dibutuhkan kepada mereka. Banyak yang tertipy dengan cara ini, namun sekarang tidak akan mampan kepada konsumen abad ini.

Menjebak seseorang untuk menuju website adalah cara kuno dalam hal marketing, yang harus sahabat tinggalakan. “Menjebak” namanya saja sudah kotor, pasti hasilnya juga tidak bagus-bagus amat, yang jelas menggunakan cara ini sudah tidak berlaku lagi di era ini, maka tinggalakan saja.

Saya juga sering menemui jebakan konyol alam sebuah artikel, dimana judul, headlinenya tidak sesuai dengan isi sama sekali. Ya kelihatan kalau pemilik websitenya sedang ingin mencari traffic tinggi. Penipuan seperti ini, akan merugikan diri sendiri, awalnya mungkin berjalan lancar, tapi lihat akhirnya, pasti gulung laptop dah…

Konsumen sekarang jauhlah lebih pandai, mereka telah diedukasi dan paham bagaimana tata aturan saat membeli produk via online. Penjebakan menuju website dengan cara-cara tidak baik, mereka sudah mampu mengantisipasinya.

Mengirimi email produk sembarangan

“Yang penting promosi, promosi, dan promosi!”

Banyak dari mereka (pembisnis pemula) tidak begitu memperhitungkan hal pokok dalam promosi. Mereka cenderung promosi asal-asalan. Seperti cara kuno yang mengirimi informasi produk berlebihan pada email pelangganya.

Produk dalam satu toko siap edar, stoknya  pun banyak , tapi kalau cara mempromosikanya salah, sembarangan, maka jangankan produk itu habis terjual, menjual satu saja mungkin sulit. Jadi promosi terstruktur itu penting, jangan asala promosi saja.

Promosi harus diperhitungkan dahulu, riset target market, riset keinginan pasar, dan riset-riset penting lainya. Promosi asal kurang tepat, kenapa? Konsumen sekarang itu lebih bewarna, sifat-sifatnya sulit untuk kita baca, maka penting untuk melakukan serangkaian metode promosi khususnya dengan riset itu tadi.

Terlalu fokus pada apa kata orang

Kebanyakan dari kita, masih begitu memmercayai data statistik dari sebuah lembaga kurang terpercaya, atau informasi bersumber dari seseorang yang terlihat ahli di dalamnya. Memang tidak salah, tetapi cara pandang sahabat terhadap data itulah yang salah. Tidak selamanya data dari mereka itu benar loh. Informasi apapun kunyah dahulu, rasakan, kalau benar baru telan. Lah, kita ini sering makan informasi mentah-mentah, tanpa mengunyahnya terlebih dahulu.

Jangan mudah perca terhadap data dari sumber tidak jelas, alangkah lebih baik lagi kamu mencari sendiri kebenaranya, untuk menemukan jawabanya. Contohnya blog niche apa yang sedang booming hari ini? si A jawab a,b,c, sebaliknya si B jawab c,a,b. Mana yang benar? Buktikan saja sendiri, survey sendiri.

Memercayai strategi bisnis juga sama, jangan mudah percaya sebelum memncoba hasilnya langsung.

Yakin produk laris tanpa riset

Haha, ini kesalahan fatal dalam menjual. Sebuah cara yang terlihat benar, namun adalah kesalahan besar. Bagai menyiapkan kuburan sendirilah.

Menjual sesuatu tanpa riset ya pasti, pasti gagalnya. Maaf kata-kata saya sedikit kejam, mau tak mau sahabat harus mengetahuinya. Terkadang kita terlalu yakin pada diri sendiri, sedang kenyataanya didunia ini ada banyak sekali hati yang perlu untuk kita coba mengerti.

Kita melihat produk bagus ni, terus ngawang, “Wah, produk keren ini pasti bakalan laku kalau saya jual disana, pasti!”

Lalu ketika menjual, kita heran kenapa tidak sesuai eksplorasi awalnya, bisnis tersebut tidak laku disana. sebabnya hanya satu, tidak melakukan riset target market terlebih dahulu.

Usahakan sebelum melakukan serangkaian promosi ke calon pembeli, lakukanlah riset produk terlebih dahulu. Tujuannya tidak lain untuk memudahkan kita agar cepat closing.

Berbohong dalam bisnis

Sering kita temui sebuah pembohongan dalam penawaran sebuah produk, salah satunya testimoni palsu.

Memang sih, terkesan instan dan mudah untuk menarik perhatian agar orang mau membeli produk. Tapi bagaimana efeknya jika setelah pemakaian konsumen, mereka kecewa karena tiak sesuai dengan testimoninya? Jelas, kepercayaan mereka terhadap kita menghilang.  Padahal membangun kepercayaan itu sulitnya minta ampun loh…

Saya dulu pernah mencoba, alamat nama yang tertera pada sebuah testimoni layanan produk. Dan ketika saya bertanya tentang apa kesanya setelah tergabung dalam kelas tersebut, ia menjawab, “Saya lupa mas, sudah lama banget!”

lah saya ketipu berarti?, untung saja belum jadi join disana.

Mulai sekarang tinggalkanlah cara tersebut, cara tidak alami yang kesanya dibuat-buat. Konsumen sudah lebih cerdas sekarang, tidak mudah percaya hanya dengan testimoni palsu seperti itu. lakukanlah dengan cara alami, testimoni alami. Biarkan orang lain mencoba memakainya sendiri, biarkan mereka berteriak sendiri mengatai produk kita, jika kualitas produk baik, pasti testimoni akan datang dengan sendirinya.

Kesimpulan

Meninggalkan bukan berarti melupakan. Sejarah panjang telah terbentuk sedemikian rupa, cara-cara menghadapi sesuatu pun menjadi saksi sejarah. cara kuno harus tetap kita ingat, agar bisa menghargai proses, hey! Cara baru yang saat ini dipakai oleh marketing dunia, tidak mungkin bisa ada kalau tidak ada cara lama. Benarkan?

Semoga artikel diatas tentang, Teknik marketing kuno yang salah seharusnya kamu tinggalakan dapat bermanfaat bagi diri sahabat masing-masing. Jangan lupa untuk membagikanya ya dengan menekan kotak share dibawah ini.

Gabung juga ke grup facebook saya, disana ada banyak info menarik mengenai internet marketing, dan kepenulisan yang bisa sahabat dapatkan secara gratis. Klik disni!

Baca juga=> 5 teknik dasar marketing bagi pemula

Tags: ,


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



Back to Top ↑