Tokoh

Published on Desember 3rd, 2017 | by Ibnu

Meneropong Jeli Strategi Bisnis Rasulullah Muhammad SAW

Mari bersama kita menorong dengan jeli, dengan mata terbuka bagaimana strategi bisnis Muhammad. Hal apa saja yang membuatnya menjadi pembisnis sukses pada masanya dahulu.

Kenapa belajar dari beliau?

Tentu saja karena berliau adalah contoh suritauladan yang pas untuk kita. Dalam segala hal tentunya, tidak hanya seputar bisnis saja. Setiap tindak tanduk dan ucapanya, serupa cahaya, dan apabila kita berpegang pada cahaya tersebut, maka hidup kita akan lebih bermakna, dan sejalan dengan perintah-Nya.

Sebelum menjamah tentang strategi bisnis Muhammad, dalam artikel Meneropong Jeli Strategi Bisnis Rasulullah Muhammad SAW, marilah kita mundur ke dua peristiwa besar ini, peristiwa penting yang menguatkan materi dalam strategi bisnis Muhammad.

Dialah “AL-Amin”, yang artinya dapat dipercaya. Sebuah gelar berbobot yang diberikan oleh masyarakat Qurais, sebuah golongan/kaum yang terkenal dengan perkataan yang apa adanya terhadap sesuatu hal. Jika buruk dikatakan buruk, jika baik dikatakan baik.

Ada dua peristiwa besar yang menjadikan Muhammad diberi gelar Al-Amin. Pertama, ketika peristiwa perenovasian Ka’bah. Dimana ketika finishing, beberapa pimpinan golongan yang merasa memiliki peranan penting dalam meletakkan Hajar Aswad kembali keposisinya semula saling berselisih, mencari siapa yang pantas.

Perselisihan itu belum menemukan titik terang sampai hari kelima, dan hampir saja terjadi pertumpahan darah dalam perselisihan tersebut.

Lalu salah seorang tokoh Qurais bernama Abu Umayyah, tampil di depan, dan menawarkan penyelesaian masalah kepada orang yang pertama kali masuk lewat pintu masjid. Semua akhirnya sepakat dengan usulan beliau.

“Inilah Al-Amin. Kami ridha kepadanya. Inilah dia Muhammad.” Kata orang-orang Qurais ketika melihat Muhammad orang yang pertama kali masuk melewati pintu masjid tersebut.

Rasulullah memberikan solusi terbaik di perselisihan itu. yang semakin memantaskanya menyandang gelar Al-Amin. Beliau meminta sehelai kain, menggelarnya, dan meletakkan Hajar Aswad di atas kain tersebut. Lalu, masing-masing dari pemimpin kabilah yang berselisih diminta untuk memegang tiap ujung dari kain tersebut. Lalu membawanya secara bersamaan, dan Rasulullah sendiri yang meletakkanya di tempat semula.

Kedua, ketika peristiwa dimana Rasulullah diperintahkan untuk melakukan dakwah terang-terangan. Masyarakat Qurais senantiasa memercayainya walau pun belum di angkat menjad Nabi.

“Kami tidak pernah mempunyai pengalaman bersama engkau kecuali kejujuran.” Kata orang Qurais ketika ditanya oleh Rasulullah mengenai ada sepasukan kuda yang mengepung mereka. Pristiwa ini juga sebagai sebab  turunya ayat, “Celakalah kedua tangan Abu Lahab.”

Dua peristiwa besar itulah yang menjadi saksi, mengenai sifat kejujuran dan kepercayaan oleh Rasulullah. Yang akan menjadi inti dalam Strategi bisnis Muhammad Rasul Allah.

Teori relationship bisnis modern

Kejujuran dan kepercaya merupakan ketentuan utama di kegiatan berbisnis. Dalam segala macam bisnis, kedua sikap tersebut menjadi syarat utama untuk berhasil tidaknya sebuah bisnis yang dirintis.

Banyak pemain bisnis yang mengetahui kedua sikap tersebut, namun tidak banyak yang bisa melakukan dan melaksanakanya dengan baik.

Jutaan pembisnis baru telah lahir setiap minggunya, namun tidak banyak juga yang bisa bertahan lama. Kedua kejujuran dan kepercayaan inlah merupakan strategi bisnis Muhammad.

Apa saja dampaknya?

Dalam strategi bisnis Muhammad, kejujuran dan kepercayaan tidak hanya berperan sebagai penambah interaksi bisnis saja, melainkan kedua sikap tersebut menjadi sentral harmonisasi kekuatan bisnis. Tidak hanya dalam strategi dagang, dalam kehidupan sehari-hari, beliau sudah menerapkanya. Ketika berangkat berternak, mengembala domba saat masih kecil.

Mari kita kupas lagi, mengenai apa saja hal yang menjadi strategi bisnis Muhammad, Rasul kita. Hal ini saya nukil dari salah satu kitab di bab Kaidah Berdagang Warisan Rasulullah SAW. Berikut strategi bisnis Muhammad yang telah banya diterapkan manusia sekarang untuk sukses berbisnis :

Strategi bisnis Muhammad:

Menjadi pribadi penuh teladan

Dalam berbisnis, modal adalah hal yang penting. Banyak orang yang salah kaprah, bahwa berbisnis yang sukses itu modal uang banyak, materi padat, kedudukan harus kuat. Padahal ya tidak juga… Yang menjadi modal utama dalam strategi dangan Muhammad ialah dengan menjadi individu penuh teladan. Menjadi sesuatu yang dapat mengucurkan inspirasi bagi diri sendiri, serta orang lain.

Pembelajaran terbaik adalah dengan prilaku, dengan sebuah contoh (tauladan). Ketika kita mengajarkan anak untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, namun kita sendiri tidak melakukan kebiasaan tersebut, saya tanya, apakah anak-anak tersebut bakal mau melakukannya? Jelas tidak!

Jadilah teladan

Dengan menjadi pribadi penuh teladan, orang lain akan lebih menghargai kita, bukan karena takut, namun karean cinta. Kita yang memiliki akhlak mulia, santun, juga bertutur kata lembut, pribadi seperti itu menjadikan sebuah potensi yang cocok untuk berbisnis.

Sikap demikian itulah, yang menjadikan Rasulullah dinantikan serta dicintai pelangganya. Beliau sangat menjaga akhlak, tercermin dalam ketika mengontrol selalu kualitas barang dagangannya. Beliau juga melakukan hal-hal terbaik untuk pelanggan, dan tak lupa perencanaan matang di balut dengan semangat kerja yang menggebu-gebu. Terbukti berkat hal tersebut, hasilnya masih bisa kita lohat hari ini (jika melakukanya).

Prefesional, dan berpikir positif

Tidak hanya sikap prilaku saja yang dicerminkan secara nyata. Hati, pikiranya, juga mengambil peranan utama dalam  suksesnya strategi bisnis Muhammad.

“Dia sesuai dengan prasangka hamba-Nya.” (hadis anjuran untuk senantiasa berpikir positif terhadap apapun yang dilimpahkan, ditimpakan kepada kita )

Setiap orang bisa sukses, asal ia mau berusaha dan berjuang dengan segenap jiwa raga. Tentu dengan cara yang benar juga ya…

Sukses juga butuh waktu, sama seperi Rasulullah ketika meraih keberhasilanya. Pemikiran sejalan, positif, serta tercermin dalam prilakunya, akan berdampak pada lingkungan sekitar.

Hal kecil dalam strategi bisnis Muhammad ialah, dia sangat berani untuk melihat jauh. Berpikir seribu langkah di depan dari orang lain. tidak dalam hal bisnis saja, dalam hal keyakinan pun demikian, ia sudah bisa menlogika kalau menyembah berhala itu sangat tidak masuk di nalar. Judi, riba, penipuan, kamr apalagi…

Berbeda bukan berarti buruk

Pada masa itu, ketika Rasul merintis bisnisnya, ramai-ramai pembisnis lain asyik melakukan praktek kecurangan dalam melakukan transaksinya. Namun beliau tetap bersikeras untuk menjunjung tinggi konsep bisnis Islam yang jujur, adil, amanah, serta mengutamakan kepuasan konsumen.

Menyelaraskan pikiran, hati, dan perbuatan sangatlah sulit. Namun tidak dengan beliau manusia yang mulia. Sejak merintis bisnisnya, ia bisa fokus dengan apa yang ia kerjakan. Tidak gonta-ganti bisnis, saat belum selesai bisnis yang dikerjakan.

Baginya dalam bisnis harus ada perencanaan matang, ditambah tujuan yang jelas yang tercermin dalam tindak tanduk perilaku dan ucapan secara nyata di kehidupan keseharian. Dengan berpikir positif, maka akan mewujudkan sikap keprefesionaan dalam berbisnis.

Berani ambil peluang serta keputusan

Memilih merupakan hal tersulit dalam hidup. benar? Apalagi ketika memilih tidak memiliki pengetaun apa-apa terhadap objek yang menjadi pilihan.

Dan bagaimana cara untuk menentukan sebuah baik tidaknya peluang? Yang katanya, peluang emas hanya datang sesekali saja. Mari kita tengok Rasulullah…

Peluang bisnis utama yang diambil Rasulullah adalah tawaran kerjasama dengan Khadijah. Rasulullah dipercaya untuk menjadi pemimpin kafilah dagang milik Khadijah. Beliau sangat berani mengambil keputusan. Padahal soal pengalaman memimpin kafilah dagang ia tidak punya sama sekali. Memulai dari NOL.

Hebat kan beliau?

Satu pilihan kecil inilah yang membuat Rasulullah menjadi besar di masa depan. ia bisa menemukan peluang-peluang lebih besar lainya.

Bayangkan, jika pada saat itu Rasul menolak tawaran Khadijah, mungkin tulisan ini tidak akan bisa saya tulis. Jika ia tidak menerima tawaran itu, mungkin beliau tidak akan menjadi pembisnis besar lintas negara. Allah menentukan, dan beliau dengan hatinya yang lembut memilih keputusan yang sangat tepat.

Betul? Betul…

Keputusan menghadapi pilihan ada tiga yaitu, berkata “iya”, berkata “tidak”, dan berkata “diam” (masih ragu). Sebagai umat Islam ni, kita sudah diajarkan oleh Rasul tercinta agar menjadi orang yang yakin, bukan menjadi insan yang peragu. Terutama ragu-ragu mengenai pilihan di depan. Beliau pernah bilang kalau sifat ragu itu adalah sifat dari setan.

Ingat pilihan kecil hari ini, akan memengaruhi seperti apa kita dimasa depan kelak. Pandai-pandailah memilih, pandailah melihat peluang. Hadapi selalu tantangan yang ada di depan.

Bagaimana caara memilih?

Untuk menentukan pilihan terbaik saya sarankan pertama tanyakan kepada hati sahabat masing-masing, apa yang sekiranya hati kita butuhkan, bukan malah bertanya pada pikiran, apalagi nafsu. Ga bakal ketemu kebahagian diujung nantinya, pasti deh…

Jika hati belum bisa menjawab, terjerembab dalam kebimbangan memilih, lakukan saja seperti aygn diajarkan ulama, yang sesuai syariat. Tanyakanlah sesuatu hal kepada orang yang paham paham, ustad atau siapa sajalah yang penting seiman, jika masukan dari mereka belum bisa menjawab pertanyaan hati sahabat, kenapa tidak menanyakan langsung ke Allah, via Istikarah tentunya…

Dunia ini penuh pilihan, pilihan, dan pilihan. Entah berapa juta pilihan yang berseliweran di depan saya dalam menjalani hidup ini, dan semua pilihan itu tidak bisa saya lakukan semuanya, mungkin dari seribu pilihan, hanya ada satu pilihan yang saya pilih.

Masalahnya dari sekian banyak pilihan tersebut, mana pilihan yang terbaik untuk kita?

Belajar ilmu memilih

Sahabat harus belajar ilmu tentang memilih ini… Kalau selo (senggang) mungkin saya bisa membantu… hubungi saja via facebook disini!

Yang jelas, semua ini yang terbaik bagi kita. Mungkin dahulu kita sering merasa salah memilih sesuatu, sehingga membuat luka hari ini. percayalah, itu yang terbaik untuk kita semua.

Siap belajar memiliih, dan berani mengambil keputusan seperti Rasulullah?

Memilih marketplace yanag tepat

Marketplace bahasa tradisonalnya adalah tempat dimana bertemunya penjual dan pembeli, boleh dibilang dengan pasar.

Memilih tempat berjualan adalah permasalahan serius sahabat. Salah pilih tempat, bisa fatal akibatnya, barang yang kita jual mungkin tidak akan laku.

Inilah strategi bisnis Muhammad yang ke lima. Bila seorang bisnisman sudah membikin list leads atau daftar calon pembeli, dan pasar apa yang akan dimasukinya, selanjutnya ialah menentukan tempat berbisnis.

Rasulullah dahulu memilih tempat yang sekiranya terjangkau, selain jarak ia mempertimbangkan aspek budaya, dan bahasa.

Saat bisnis antarnegara ia tidak memilih pasar Eropa, Cina, atau India yang masyarakatnya jauh banyak, melainkan ia lebih memilih berbisnis ke negara tetangga saja.

Why?

Karena di jarak sekian itu, jarak yang jauh itu, beliau udah mempertimbangkan kebutuhan, anggaran biaya perjalanan yang dirasa akan sangat boros.

Lagipula untuk berangkat ke negara lain yang belum kenal, pasti akan terkendala bahasa yang untuk mempelajarinya saja butuh waktu relaatif lama. Dan lagi, budaya negara yang lain notabene berbeda dengan arab. Alangkah lebih baik memilih negara tetangga yang dekat, sama bahasa dan budaya. Bisnis pun tampak jauh lebih jelas.

Strategi memilih marketplace harus sahabat pelajari. Harus pintar riset, alias meneliti berbagai seluk-beluk masyarakat yang ada di seluruh dunia.

Saat ini, dengan teknologi internet kita bisa melakukan banyak hal dengan bisnis. Tidak hanya pasar lokal, pasar internasional bisa kita hajar, tanpa memusingkan bahasa, dan budaya.

Menggandeng rekanan terbaik

Strategi bisnis Muhammad Rasul kita selanjutnya ialah dengan menggandeng mitra bisnis terbaik. Kemajuan bisnis tergantung seberapa tepat kita memilih mitra atau rekan usaha kerjas sama.

Hal pertama sebelum ia emmilih mitra usaha ialah dengan melihat diri =nya sendiri terlebih dahulu. Sumberdaya apa yang memang diperlukan dalam bisnis. Beliau kita tahu adalah seorang yatim piatu, yang wajar jika mengalami kesulitan finansial, atas dasar itu (minim modal) ia mencari rekanan yang memiliki modal besar, yang bisa membeli barang dalam jumlah besar, untuk dijualnya di negara tetangga. Dan terpilihlah Khadijah, yang kelak menjadi istrinya.

Jadi intinya apa?

Intinya dalam memilih mitra, kita harus mengerti letak kelemahan diri sendiri (bukan arendah diri), dan mengetahui kebutuhan. Allu mencari mitra yang sekiranya dapat menutupi kelemahan diri.

Kadang dalam bermitra, sering terjadi disharmoni antara pemberi modal, dan pelaksana modal. Hal ini tidak bisa dihindarkan, terlebih dalam pemutusan kebijakan yang berbeda. Maka, tetap carilah rekanan yang emmberikan win win solution¸sama-sama untunglah…

Bertawakal, setelah iktiar dan doa

Ketiga hal ini merupakan penutup dari keseluruhan strategi bisnis Muhammad Rasul Allah. Sebuah hal yang paling membedakan ia dengan pemain bisnis lainya pada sat itu. beliau tahu, semuanya adalah berkat Allah, dan disanalah tempat ia berserah diri atau bertawakal dari setiap usaha  yang telah di perjuangkan.

Nasib pembisnis, memang tergantung dai usahanya mdalam menjalankan bisnis, apakah semangat, aatau malah asyik bermalas-malasan. Campur tangan Allah itu juga perlu campur tangan diri kita sendiri. jika dalam berbisnis saja malas untuk menawarkan ke pembeli, bagaimana bisa Allah memberika rexeki melalui pelanaggan tersebut?

Doa juga dibutuhkan dalam setiap kegiatan apapun. Doa juga menantdkan bahwa kita hanya amnusia biasa, yanag tidak akan menjadi apa-apa tanp-Nya.  Doa merupakan tanda bahwa kita adalah seorang hamba.

Sudah jelas kan?

Baik, bagaimana strategi bisnis Muhammad Rasul kita diatas? Apaj suda cukup untuk emmotivasi diri sahabat? Semoga saja iya…

Hari ini banyak orang-orang menganku sukses, dengan caranya sndiri, merkea berlagak dengan congkak terhadap apa yang sudah ia dapatkan. Padahal jauh sebelum dirinya, ada seseorang yang maha mulia yang sudah melakukanca cara yang mereka akukan itu. ialah Muhammad, suri tauladan terbaik umat Islam.

Akan sangat buruk sekali jika kita mangut-mangut dengan apa yang mereka katakan, ketika kita menjadikan pembisnis maaf nonmuslim sebagai guru utama. Kita adlah diri kita sendiri, dalam sejarah kita juga memiliki tokoh-tokoh yang dasyat.

Semua adalah guru. Tapi…

Walau setiap orang bagi saya adalah guru, namun dalam hal kebatinan, tetap saja guru terbaik ya dari orang yang mengakui kehebatan Rasulullah Muhammad SAW. Mereke yang percaya akan cahaya yang senantiasa menuntun ke sumber kehidupan. Dialah Allah…

Semoga artikel diatas dapat membuat kita kembali. Kembali pada jati diri Islam yang sesungguhnya, dimana umat Islam itu harus bangga melakoni kehidupanya, yang sudah diatur dalam Quran dan sunnah. Aamiin

Oh ya, mari gabung ke grup facebook saya. Disana ada banyak sekali inifo menarik seputar bisnis online, blogging, dan writing. Klik disini!

Jangan lupa share ya…

Baca juga=>Blogging: Amalan menuju surga

Tags: , , ,


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



Back to Top ↑