Writing

Published on November 7th, 2017 | by Ibnu

9+1 Ritual Menulis Review Produk Yang Menjual

Setelah mengetahui beberapa unsur yang wajib dalam menyusun tulisan review disini selanjutnya adalah mengikuti ritual-ritual, atau langkah-langkah yang penting untuk sahabat ketahui.

Ritual ini sudah saya dapat berdasarkan pegalaman pribadi, dan mungkin juga telah dilakukan oleh sebagian penulis review yang ada di dunia maupun Indonesia.

Ada beberapa ritual yang saya harap dapat membantu sahabat mempermudah menuliskan sebuah review. Ritual ini tidak musrik sama sekali, jadi tenang dan perhatikan…

Ritual #1. Awali dengan niat dan doa

Ini hal sderhana yang sering di lupakan siapa pun. Apa pun pekerjaanya, biasakan untuk memulai dengan niat dan doa. Karena apa? sebuah pekerjaan dinilai dari sebuah niat. Dan hasilnya pun akan mendapatkan seperti apa yang diniatkan.

Lalu berdoa agar senantiasa diberi kelancaran saat mengerjakanya, lan kemudahan dalam prosesnya.

Ritual #2. Menentukan produk

Tentukan dahulu produk yang ingin sahabat buat reviewnya. untuk menentukannya tidaklah sulit, saat ini banyak sekali produk yang ada dipasaran, dari a-z. silahkan pilih sendiri sesuaikan dengan minat kalian.

Perhatikan juga tingkat penjualan produk yang sama dipasaran, jika yang ingin jualan dengan review.

Ritual #3. Menjajal produk

Menjajal (mencoba) produk untuk membuktikan bahwa produk benar-benar bermanfaat. Dengan memakainya langsung tentu sahabat akan bisa merasakan manfaatnya dengan sekejap.

“Kami butuh bukti, bukan janji!” hlo, rakyat saja minta bukti kok…

Membikin review, sebenarnya tidak juga harus memiliki produk terlebih dahulu, meski jika memilikinya itu akan lebih bagus. Namun jangan khawatir, sahabat juga bisa tetap membuantya dengan baik. Caranya, dengan mencari tahu fakta-fakta penting tentang produk. Eentah melalui wawancara langsung oleh pengguna, maupun riset di tempat review lain dengan produk yang sama.

Gunakan juga penjelasan visual terhadapnya.

Ritual #4. Riset tentang review produk sejenis

Jika produk atau layanan itu bagus, pasti banyak orang yang mencoba mereviewnya. Nah tugas kita dalam langkah ini ialah, mengumpulkan beberapa review yang baik, lalu menyeleksinya. lihat bagaimana susunanya. Catat apa saja hal penting disana. ini bertujuan menambah inspirasi, agar tulisan jadi lebih baik.

Hal tersebut tidak akan melanggar hak cipta, dan itu boleh-boleh saja. Disebut melanggar apa bila kita mengutipnya persis sama tanpa izin terlebih dahulu kepada penulisnya, parah lagi tidak mencantumkan sumber. Jangan ditiru ya…

Ritual #5. Buat tulisan semenarik mungkin

Ilmu linguistik sahabat akan teruji disni. Bagaimana cara berbahasa melalui tulisan dengan baik dan menarik. Penggunaan Eyd pun perlu diperhatikan.

Unsur-unsur tulisan seperti alur pun perlu sahabat pelajari. Menciptakan alur yang sedemikian rupa dalam mereview itu tidaklah mudah. Harus banyak berlatih.

Jangan ragu untuk menceritakan tentang diri sendiri. Pembaca menyukai kisah ketimbang materi yang alot.

Kesalahan yang sering saya lihat dari pemula ialah, paragraf yang tanpa pemenggalan. Akhirnya apa? tulisan terlihat panjang dan buntet, pembaca pun cepat lelah sekaligus bosan.

Pecah saja paragraf menjadi ebberapa bagian kecil yang memuat satu gagasan utama. Jika dibaca akan terlihat lebih rapi. Pembaca pun senang. Tidak lelah lagi…

Ritual #6. Opening yang menyontok

Manusia sudah menjadi kodratnya, kalau membaca pasti memulainya dari atas ke bawah. Dan disnilah peran penting dari sebuah opening yang menyontok.

Jika awalnya saja sudah tak menarik, pembaca pasti mengurungkan niat untuk membaca. Awal yang buruk dalam setiap opening juga mampu menghilangkan traffic di website.

Opening sangat memengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah review produk.

Laluu seperti apa cara membuat opening yang berkesan?

Opening wajib membuat penasaran pembaca, untuk membaca konten-konten inti di bawahnya. Opening harus bisa memberikan sebuah alasan terhadap pembaca, kenapa mereka mesti membaca isi sampai akhir.

Ritual #7. Selipkan info pembelian produk

Setelah pembaca merasa tertarik dengan review yang kita buat, langkah selanjutnya otomatis pembaca bertanya, “dimana, dan bagaimana cara  saya agar bisa mendapatkan produk tersebut?”

Maka sahabat tetap harus menyertakan link alamat yang menuju di page penjualan milik perusahaan langsung, atau di tempat yang memang menjualnya.

Hal seperti ini biasanya sangat menjamur oleh pembisnis online yang bermain di affiliate marketing. Cara inilah yang mereka kerjakan sampai menghasilkan pundi rupiah yang menakjubkan.

Namun tetap hal ini harus terjaga, alias jagan terang-terangan kalau kita sedang jualan. Istilah marketingnya adalah “soft selling” atau cara menjual secara halus.

Ritual #8. Penutup yang oke

Penutup yang oke ialah penutup amampu meniggalkan pesan di hati pembaca, membua tpembaca galau tetang produk tersebut.

Penutup minimal harus memberikan kesimpulan kepada pembaca.

Sertakan juga kalimat call action disana, agar pembaca segera menindak lanjuti keputusanya (bagi yang jualan).

Ritual #9. Memilih judul yang baik

Membuat judul untuk sebuah konten termasuk artikel juga bukan hal sepele. Judul yang biasa-biasa saja, tentu tidak menarik siapa pun yanag melihat.

Lebih jelasnya dalam cara penulisan judul, baca artikel bawah ini,

Baca: Kesalahan fatal penulis artikel dalam judul

Ritual #.9 Membaca ulang revisi ulang

Setelah semua tersusun dengan baik, hal yang terakhir yang tak boleh dilupakan ialah, membaca ulang review.

Mengulangi pembacaan bertujuan untuk memastikan apakah tulisan sudah pantas untuk di terbitkan

Lakukan pengecekan kembali, susunan kalimat, ejaan, typo, kepaduan paragraf dan lainya. jika sudah merasa yakin, langkah penutu p ialah menerbitkanya ke blog pribadi kita.

Setelah semua lengkap tersusun dengan baik, selanjutnya ialam meneliti kemabli tulisan tersebut cermati jikalau ada typo yang kebalik-balik, paragraf yang terlalu panjang, kata-kata yng janggal, dan lainya.

Langkah lanjutan:

Setelah tamat membaaca 9 ritual untuk membuat review yang menjual diataas, maka alangkah baiknya sahabat semua langsung mencoba mempraktekannya. Karean ilmu sebaik apa pun, ilmu setinggi apa pun jika tidak ada usaha untuk mencoba, mempraktekanya itu sama saja dengan omong kosong. Jangan lupa mempraktekanya dan terus menggali gaya menulis sahabat masing-masing.

Pahami kembali fungsi dasar review itu apa, jangan semata-mata menyisipkan kalimat iklan yang terlalu banyak, karena yang dibutuhkan masyarakat bukan itu, melainkan sebuah informasi yang lengkap terhaadap suatu produk. Jika kebanyakan teks iklan, maknanya pun berubah, menjadi tulisan iklan, bukan review lagi.

Untuk menambah wawasan mengenai bagaimana cara membuat review yang baik, sahabat perlu belajar dengan cara banyak baca-baca mengenai teks review milik orang yang dinilai sudah baik. Dan jangan ragu untuk bertanya kepada mereka.

Jika sahabat menggunakan teknik ini untuk mendapat keuntungan, itu sah-sah saja, tujuan saya menulis pun memang untuk itu. Ingin membantu sesama mencari keuntungan melalui review produk.

Jangan lupa, mencatat selalu konversi dari tinggkat orang yang membaca review kita. Ini dibutuhkan untuk mengetahui gaya dan model macam apa yang paling diminati oleh masyarakat.

Untuk membuat review produk yang menjual perlulah sebuah langkah, atau ritual yang tersusun sedemikian rupa, yang berdasar dari ilmu dan pengalaman langsung di lapangan. Belajar dari orang lain sama saja menghemat banyak waktu ketimbang menghabiskan watu untuk sekadar trial & error.

Semoga artikel mengenai 9+1 ritual menulis review yang menjual tersebut dapat bermanfaat bagi bisnis apa pun yang sedang sahabat geluti.

Kritik, saran, dan komentar bisa sahabat tulis dikolom bawah. Dan bagi yang ingin mendapatkan informasi terupdate mengenai dunia internet marketing, silahkan untuk join grup facebook saya disini!

Jangan lupa share ya..

Baca juga=>Ngeblog: Amalan menuju surga

 

 

Tags: , , ,


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



Back to Top ↑