Affiliate Marketing

Published on Desember 11th, 2017 | by Ibnu

7 Cara Singkat Menjadi Pemimpin Tribes Yang Dicintai Oleh Membernya

Menjadi pemimpin tribes, bagaimana caranya?

Catatan: sebelum memabat habis materi cara menjadi pemimpin leader dibawah ini, saya sarankan baca dulu artikel sebelum ini. ini dia, apa tribes, dan bagaimana membangunya?

Sebagian dari mereka (trebes leader) berkeluh, “Kenapa ya, leads di tribes sudah cukup banyak, namun closing tidak maksimal,  member pasif, dan seabrek permasalahan lain?”

Untuk menjawab keluhan tersebut, saya akan mengajak sahabat untuk melihat kedalam diri sendiri terlebih dahulu. Sebagai leader trabes, apakah sudah melakukan segaalanya semaksimal mungkin untuk mengembangkan sebuah tribes? apakah sahabt sudah mampu berbagi dengan konsisten?

Setiap permasalahan yang terjadi, pasti ada sebabnya. Keluahan terhadap amsalah pun wajar, karena kita sejatinya manusia yang pandai mengeluh.

Namun, apa ya harus  mengeluh setiap saat kalau melihat permasalahan bisnis ada dimana-mana? tidak adakah niat untuk emmperbaik segala sesuatu yang buruk?

“Supir truk tidak akan pernah menjadi mahir jika ia memilih jalan yang mulus setiap harinya…”

Jadi bersyukurlah ada keluhan semacam itu, menemukan jalan terjal seperti itu, tugas kita hanya berusaha berserah, dan melakukan usaha terbaik semaksiml mungkin

Pertama yang perlu saya garis bawahi, permasalahan itu biasa, wajar keberadaanya, itu juga tanda kalau kita ini masih hidup, janganlah ksahabt mencaci sebuah masalah. Oke…

Kedua, mengenai reaksi kiata menanggapi permasalahan. Tanggapan terbaik yaitu dengan menerimanya, lantas berusaha menghadapinya. Yup… masalah ada tak lain untuk mendewasakan diri kita, juga membuat kita semakin mahir dalam bidang-bidang tertentu.

Jika dalam sebuah tribes yang sahbat kelola masih menemukan sebuah permasalahn pelik, maka yang pantas disalahkan pertama kali ialah, “Tribes member” benar, diri sahabta sendiri. sahabatlah yang sebenarnya mendatangkan berbagai permasalahan tersebut.

Sudah benarkah kita dalam memimpin?

Silakan tanyakan sendiri ke hati masing-masing. “Sudahkah aku menjadi pemimpin yang baik bagi anggota tribes? atau, sudah baikahkah diri ini dalam memimpin jiwa dan raga sendiri?”

Jika sudah menemukan jawabanya, mari kita lanjutkan…

Memimpin itu bukan perkara kecil, memimpin itu perkara yang sangat besar. sesuatu bisnis dapat berkembang pesat apabila dipimpin oleh pemimpin yang baik, pemimpin yang benar. Bisnis konsep tribes pun juga demikian…

Sudah siap menjadi pemimpin tribes yang dicintai oleh tribes member? Yuk kita simak bersama penuturanya…

Menjadi pemimpin tribes :

Memiliki kapasitas yang besar

Saran pertama untuk menjadi pemimpin tribes agar dicintai anggota tribes ialah ini. Memiliki kapasitas.

Leader yang baik ialah leader yang mampu menaikan sebuah kapasitas yang aa dalam dirinya, ia dengan penuh kesadaran juga ingin membangun sebuah kapasitas, terlebih untuk kemanfaatan orang lain, anggota tribesnya sendiri.

Leader harus memiliki kapasitas baskom, untuk menampung kapasitas gelas. Leader harus nomor satu soal kepahamannya mengenai bidang tertentu. Bagaimana bisa jika sahabat ingin menampung gelas dalam gelas? Dengan kapasitas yang cenderung sama, sinergi antara pemimpin dan yang dipimpin tidak akan pernah terjadi.

Untuk menampung gelas, ya perlu baskom. Perlu wadah lebih besar… Untuk menampung baskom perlu ember. Begitu juga seterusnya, sampai samudra.

Mengenai hal ini, seorang pemimpin tribes, mau tidak mau harus selangkah didepan dari anggotanya, belajar seribu kali lipat, kesakitan seribu kali lipat, dan kelelahan seribu kali lipat. Caranya, teruslah ubgrade kemampuan diri dengan banyak-banyak belajar.

Bisa menampung mimpi

Setiap orang di dunia ini punya mimpi. Benar?

Sahabat juga memilikinya kan? tidak hanya satu mimpi kan? pasti banyak. Sama seperti saya…

Jika kita bermain di  bisnis konsep tribes, maka kita akan bertemu dengan banyak sekali mimpi dari orang lain, alias anggota tribes itu tersendiri.

Nah, leader yang joss, ia mampu menampung banyak mimpi tersebut, ia maapu membikin mata-mata orang lain seakan-akan melihat masa depan yang cerah (jika bergabung denganya).

Dari banyak mimpi yang sahabt temui nantinya, tugas sahabat sebagai pemimpin tribes hanya tiga. Pertama mendengar, menerima, serta menampung mimpi tersebut. Kedua membuat mimpi yang besar untuk dicapai bersama, serta emmbangun kepercayaan terhadap mimpi. Ketiga, bisa menggerakkan, mengajak mereka mewujudkan bersama impian bersama itu.

Sudah siap menjadi pemimpin tribes? dengan membawa mimpi orang banyak?

Jangan pelit

“Kalau pelit, kuburanya sempit..” kata pepatah lama.

“Kalau pelit, rezeki menjadi sempit..” jelas, agama menyebutkan demikian.

“Kalau pelit, closing jadi irit…” kata rekan-rekan pembisnis online.

Terkadang seseorang sangat menjaga rapat terhadap apa yang ia miliki. Harta, tahta, bahkan ilmu sekalipun. Harapanya tak lain supaya tidak direbut oleh orang lain, seakan sesuatu itu takut dicuri. Seperti materi saya berikan ini, sebenarnya ini adalah materi rahasia, dan berabe kalau saya membeberkanya, tapi yasudah, Allah membisikkan hal lain, “Sudah bagikan saja Ib…!”

Lagipula…

Lagipula, apa hak saya memendam ilmu? Apa hak sahabat semua terhadap ilmu, harta, juga tahta? ilmu ini juga bukan punya saya semata, semua bukan punya milik pribadi. Ilmu ini titipan dari-Nya. Seperti bulan yang meneruskan cahaya matahari, saya disini adalah bulan. Sahabat juga harus mau menjadi bulan, bulan yang meneruskan cahaya ilmu.

Hey! Sesuatu yang dipendam berlama-lama, tanpa dikeluarkan lagi, hal itu sewaktu-waktu dapat membusuk loh, yang pertama kali busuk ya tak lain pemiliknya sendiri. wadahnya tersendiri. Maka Islam mengajurkan kita untu terus berbagi. Kayak air dalam gentong yang airnya tidak pernah dikeluarkan itu loh, *mumpung lagi emosi nii, sekalian saja…

Sumpah, geram saya terhadap orang yang pelit akan ilmu, pura-pura bersembunyi dibalik kebodohan dan diamnya. Kalau ketemu orang seperti ini, rasanya ingin melakukan tindak kekerasan, berharap ilmunya berpindah ke saya, dan teman-teman yang membutuhkanya.

Sahabat jangan seperti itu oke! iya, memang, secara ilmu matematika dunia ilmu kita berkurang. Kan dibagikan. Tapi kita umat islam kan pakai matematikanya Allah. Barang siapa memberi, ia akan menerima. Hukum dunia ini gaes… pokoknya kalian peganng ini ya…!

Menjadi pemimpin tribes, tidak boleh pelit. Berikan sesuatu yang terbaik bermanfaat dari diri sahabat, jangan ragu untuk memberi nilai tambah juga.

Sahabat akan gagal untuk menjadi pemimpin tribes, jika mengkesampingkan hal ini. saya yakin itu…

Mengerti reaksi, respon, dan inisiatif

Saran berikutnya untuk menjadi pemimpin tribes ialah menjadi peka.

Semua pemimpin, tidak hanya pemimpin tribes harus peka. Mengerti cara menyikapi sesuatu dengan tepat. Tahu kapan bereaksi, tahu kapan merespon, dan tahu kapan harus berinisiatif lebih,

Dan untuk menjadi peka itu perlu latihan, dan latihanya harus dengan hati. Saya dulu orang paling tidak peka lingkungan, ada gempa saya naik pohon, pohon rubuh saya jatuh. Maklum masih kecil…

Amati apa saja perubahan kecil besar yang terjadi di sekeliling sahabat. Amati bagaimana cara sesuatu bekerja. Dengan usaha tersebut insyaAllah, hati kita akan menjadi peka.

Saya nanti akan menceritakan kehancuran sebuah tribes gara-gara pemimpin yang salah memberi respon kepada anggota tribes yang cerewet. Maka, jadilah peka…

Jangan sampai kosong

Mungkin sebagai manusia wajarlah kalau kita memiliki kegiatan yang berubah-ubah, alias sibuk. Dan dari setiap kesibukan mau tak mau pasti juga menguras waktu.

Dalam tribes, akan sangat membosankan sekali jika yang dibahas hal-hal yang itu-itu saja, tidak update, dan parahnya memposting konten sebulan sekali.

Usahakan buat tribes itu tampak ramai, tidak pernah sepi. Jika kehabisan ide untuk membuat konten informasi, sahabat bisa buat suatu hal baru seperti, kuis mungkin, lomba, seminar, atau bisa juga melakukan kegiatan bersama-sama diluar.

Menjadi pemimpin tribes itu harus pandai mengisi waktu, dengan hal-hal bermanfaat.

Ramah dan mau mendengar

Siapa yang mau berteman dengan leader yang tidak berusaha bersikap ramah?

Pernah ada cerita, di seuah tribes luar negeri. Pada waktu itu, ada member yang tidak sependapat dengan leadernya. Ia tidak menyetujui dengan konten yang diberikan, dengan alasan-alasan tertentu. Sahabat tahu yang dilakukan leader ini setelah itu? ia malah menendang keluar leader yang terkesan banyak bacot tersebut.

Member merasa kecewa dengan penendangan ini, lantas ia menceritakan hal ini kepada emmber lain, dan akhirnya satu persatu emmber keluar, dan meminta agar uangnya dikembalikan.

Kalau sudah begitu siapa yang rugi? Ya leader itu sendiri…

Itulah akibat dari ketidakramahan. Mengkedepankan emosi mengkesampingkan nalar.

So… jadilah pemimpin yang ramah, mudah tersenyum, santai, dan sabar. Pemimpin juga dituntut pandai mendengarkan, dengan mendengarkan keluhan, sebenarnya itu sama saja belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam berkarya.

Biasakan jangan menunda

Jangan menunggu terus,  lakukan inisiatif lalu komunikasikan kepada tribes. Cari itu untuk mereka . Jangan sampai mereka beralih dari tribes kita, dengan memilih tribes orang lain gara-gara kita sudah tak asyik lagi.

Silakan buat jadwalmu sekarang. Dan berusahalah untuk menepatinya selalu. Menjadi manusia on-time tentu akan melatih agar kita mampu menjadi manusia yang lebih baik di depanya.

Kesimpulan

Jika inign dicintai orang lain, maka tak ada satu-satunya jalan selain kembali mencintai.

Sertakan rasa cita dalam emmimpin sebuah tribes, karena apapun yang di dasari rasa cinta akan menghasilkan sesuatu yang hebat. Ini sudah terbukti, mau apalagi?

Semoga artikel 7 Saran agar Menjadi pemimpin tribes yang di cintai oleh tribes membernya tersebut dapat bermanfaat bagi kehidupan sahabat semua. Aamiin.

Jangan lupa, kalau bermanfaat di share, biar semakin banyak orang-orang yang terbantu.

Yuk, gabung ke grup facebook saya. Disana sahabat akan emndapatkan informasi menarik sepuutar internet marketing, writing, serta blogging secara update. Klik disini!

Baca juga=> Rahasia Mario Armando Hasilkan Jutaan Dolar dari “Bisnis Gosip”

Tags: ,


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



Back to Top ↑