business

Published on Desember 19th, 2017 | by Ibnu

2

3 Cara Praktis Menawarkan Produk Agar Diterima Tanpa Penolakan

Menawarkan produk tanpa penolakan? apa bisa? Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa dari kita menawarkan sesuatu bersifat bantuan atau barang kepada orang lain. jumlahnya pun tidak terhitung, ada banyak sekali. Dan lagi, berapa kali kalian bertemu dengan orang lain yang menawarkan sesuatu? Seperti contoh ini:

“Mas, mau nyobain bisnis MLM saya? Keren loh…” atau, “Mas, kopi ini enak banget, mau saya buatkan? Pertama gratis deh..” atau, “Mbak, saya punya ide usaha bagus, mau ndak kita kerja sama?” dan contoh penawaran lainya.

Penawaran seperti diatas, bisa dengan mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Betapa hidup ini dipenuhi dengan penawaran-penawaran semacam itu. Nah, dari fenomena tersebut, maka bisa kita peroleh bersama bahwa, ilmu cara menawarkan sesuatu perlu untuk dipelajari dalam hidup. Bagaimana menawarkan produk tanpa penolakan?

Sakitnya penolakan

Cintamu dahulu pernah ditolak? Bagaimana rasanya, masih ingat? Sakit apa sakit…?

Semua orang tela sepakat mengaatakan, penolakan adalah sesuatu sebab peristiwa yang memahitkan hati. Mematahkan semangat, dan seabrek perasaan negatif lainya.

Siapa yang tidak pernah ditolak, saya jangan ditanya… sering banget. Tapi maaf, bukan dalam perkara percintaan ya, cuma perkara asmara saja, huhuhu…

Oke. Sepakat, bahwa manusia benci penolakan. Manusia lebih merasa dihargai jika ia mendapatkan penerimaan, betul? Perlu sahabat ketahui kedua hal tersebut saling berhubungan. Cara sahabat menawarkan sesuatu kepada orang lainlah yang berimbas kepada penerimaan, atau penolakan.

Penawaran/menawarkan sesuatu ada banyak sekali jenisnya, apa saja selama masih bisa di indera itu bisa menjadi penawaran. Namun disini kita akan mengkerucutkan penawaran dalam bidang bisnis, alias penjualan produk, alias menaarkan produk. Bagaimana menawarkan produk tanpa penolakan?

Saya ulangi lagi. Keahlian menawarkan sesuatu sangat penting untuk dikuasai oleh para pembisnis. Mau bisnis apapun itu pasti membutuhkan yang namanya teknik menawarkan. Teknik terbaik, ialah teknik yang mampu meminimalisir adanya penolakan dari target market. Teknik yang bisa menawarkan produk tanpa penolakan.

Yuk, kita mulai…

Pada dasarnya, semua orang itu ingin dibantu keluar dari masalahnya. Ketika sahabat menawarkan sesuatu itu, dan mengalami penolakan, mungkin penawaran sahabat kurang baik, atau , mereka sedang ada kebutuhan lain aliaas belum ada dana lebih. Jadi apa? tidak ada produk gaal didunia ini, semua orang suka dengan produk yang mampu mengatasi jalan keluar dari masalah. Jika produk yang sahabat tawarkan masih ditolak, bisa jadi itu caranya yang belum tepat…

Menawarkan produk tanpa penolakan?

Konsep penawaran ini, mungkin sebagian tidak pernah terpikir dibenak sahabat masing-masing, ini langka! Saya memperolehnya dari master kelas dunia serba malang-melindang di dunia bisnis internasiona;. Ada 3 konsep penawaran yang mampu bisa membantu kita dalam menawarkan sesuatu tanpa ditolak. Apa saja itu? simak yuk…

Konsep tidak setuju (Big Al)

Tom Schereiter, seorang networking marketer dunia, tiga puluh tahun berpengalaman lebih dalam bidang jaringan pemasaran ini. ia juga yang mengenalkan konsep anti penolakan, “Big Al” ini kepada dunia. Membantu kita supaya bisa menawarkan produk tanpa ditolak, tanpa penolakan menyakitkan.

Definisinya sangat sederhana, yaitu: menawarkan sesuatu dengan Pernyataan yang bersifat bebas, namun berbau penolakan-penolakan kecil. Masih bingung? Begini saja….

Pernah mendengar kalimat seperti ini sebelumnya?

“Kesan pertama begitu memikat, selanjutnya terserah anda…”

Kalimat diatas  tersebut jika diperhatikan telah menggunakan teknik Big Al. Jadi apapun barang/produk yang sahabat tawarkan, kemungkinan diterima dilihat dari kesan awal yang mereka terima. Catat, kesan awal!

Jadi, jika sahabat mampu memberi peryataan, atau kesan yang baik diawal, maka otomatis mereka akan mencari cara untuk menyetujui apa yang kita tawarkan, sebaliknya, jika peryataan awalnya saja sudah buruk, walau presentasinya tingkat dewa, itu tidak akan berhasil untuk menarik perhatian mereka. Maka terjadilah penolakan.

Nah sekarang, bagaimana cara berhasil dalam pernyataa awal, dengan membikin kesan pertama memukau?

Langsung saja, saya akan berikan sebuah contoh disini, mengenai bagaimana cara menguasai percakapan dalam penawaran bisnis, ingat konsep Big Al-nya ya… sahabat harus mengutarakan ketidaksetujuan dengan lawan bicara sahabat.

“Halo mbak Salma, saya yakin kalau mbak menginginkan pekerjaan yang enak, bisa dikerjakan beberapa jam saja sehari, pekerjaan simple dan tidak perlu menguras banyak tenaga serta pikiran, mbak juga ingin kan pekerjaan yang memiliki waktu luang banyak…”

“Emm…” pikir Salma.

“Eh, eh… tapi tidak begitu bagus-bagus amat sih mbak, saya juga melakukanya, bekerja hanya beberapa jam sehari,  pikiran juga tenang, waktu luang buat keluarga juga banyak, namun sayang, saya belum bisa mendapatkan uang dari sana… saya berharap selalu memiliki kesempatan lebih baik lagi.”

Perhatikan lagi, apakah pernyataan itu seperti orang yang mencintai pekerjaan?

Tidak…

Apakah pernyataan itu, seperti seseorang yang membutuhkan kesempatan?

Yup… benar sekali!

Awal pernyataan diatas sangat positif bagi seseorang yang membutuhkan pekerjaan dengan segala kelebihan itu bukan? Dan pernyataan kedua merupakan wujud pertidaksetujuan, pernyataan negatif yang berusaha untuk mengundang perasaan iba, dan berharap punya kesempatan baik (terhadap dirinya dan diri orang lain).

Paham?

Pernyataan negatif yang menggantung itu sangat mampu menyodok pikiran serta hati amnusia loh, ia akan mau mendengar dan beralasan sesuai dengan arahan kita.

Ya pada dasarnya disini bagaimana sahabat pintar memainkan kata-kata Positif-negatif terhadap target pasar. Tapi sebelum itu, pastikan produk sahabat tersebut benar-benar dapat membantu untuk memperselesaikan masalah setiap orang, harus sesuai dengna apa yang diucapkan, supaya apa? agar kepercayaan mereka terhadap kita semakin bertambah.

Di teknik ini, kita juga harus bisa mampu menjadi pendengar yang baik. Contoh lagi…

“Hey, mbak Salam, pekerjaanmu disana itu jelek, kurang bagus buat mbak. Mbak saya rasa perlu mendapat kesempatan pekerjaan hebat ini!”

Jika seperti ini cara sahabat menawarkan sebuah pekerjaan, persiapkan diri untuk segera dilembar gelas dan diusir dari rumah. Penawaran jelas tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan. Sebab itu polanya salah, terlalu banyak pertidaksetujuan, dan teralu menyentak. Niatnya terlalu ngenyek (menghina). Hahaha…

Seharusnya, percakapan harus didominasi dengan ini:

“Tidak juga, pekerjaan mbak cukup bagus, tapi mbak perlu tahu,  saya bekerja hanya beberapa jam saja sehari, dan ketika anak sakit, masih bisa mengurusinya dengan baik…”

Apakah pernyataan ini, terlihat seperti seseorang yang mencintai pekerjaanya?

Ya, benar!

Sahabat harus berlatih mempelajari teknik ini, denganbegitu pernawaran apapun yang sahabat ceritakan, akan bebas dari kata, “PENOLAKAN”

Jangan lupa juga untuk mengembangkan konsep ini, dalam masing-masing bisnis sahabat. Oke!

Konsep pertanyaan tepat sasaran

Elmer Wheller sudah melakukan riset sepuluh tahun lebih dalam perjalanan umurnya. Kini sahabat adalah salah satu orang beruntung, bisa mencontek habis teknik ini, untuk apalagi kalau tidak sukses penawaran bisnis. Menawarkan produk tanpa ditolak?

Dikutip dari bukunya yang berjudul, Tested Stance That Sells (keyword) caranya cukup sederhana, yaitu dengan sebuah pertanyaan. Bukan pertanyaan yang biasa saja, melainkan pertanyaan tepat sasaran kepada target kita.

Bagaimana cara mengetahuinya?

Mudah, terpenting sahabat tahu serta mengerti seluk-beluk mengenai bisnis sahabat geluti sendiri. Lalu berpikirlah kira-kira orang seperti dengan kesulitan seperti apa yang sekiranya klop dengan produk tersebut. lalu catatlah dalam list pertanyaan penting dalam jurnal pribadi.

Pertanyaan yang tepat sasaran itu, Jika sahabat menawarkan sebuah produk fashion, ya tanyakan saja hal-hal berhubungan dengan fashion, jangan malah keluar jalur menanyakan hal berbau dapur. Ga nyambung kan? iyaaa…

Pertanyaan yang tepat, perhatian yang tepat akan menghasilkan solusi yang tepat. Solusi biasanya berujung persetujuan, alias deal, dan penerimaan.

Tips:

  • Gunakanlah pertanyaan yang memancing emosi, kamu bisa menggnakan kalimat positif-negatif.
  • Berikan pertanyaan yang berbau pilihan, tidak ngambang. Harus tegas, dan jelas

Ingat satu hal tak kalah penting. Sahabat harus pandai menebak arah dari pertanyaan, kuasai percakapan tersebut dengan pertanyaan nonjok, serta pernyataan nyebelin, yang memancing rasa ingin memiliki.

Selera humor

Setiap manusia pasti memiliki masalah masing-masing dalam hidupnya. Sudah banyak juga manusia yang beranggapan kalau hidup itu pahit. Kalau pahit ya harus dinetralisir, salah satunya dengan humor, atau guyonan.

Memberi humor ketika penawran bisnis, itu akan sangat membantu untuk penerimaan…

Menjadi orang menyenangkan bagi sebagian kalangan mungkin agak sulit, apalagi jika orang tersebut aalah introvet (pendiam). Saya juga mengalami masalah dalam hal ini,  namun perlahan namun pasti, dengan latihan guwon ya akhirnya bisa juga, walau kadang-kadang suka lepas kendali, hahaha…

Siapa sangka, dari kesan humor dalam penawaran itu, mampu menjauhkan kita dari penolakan. Mendekatkan ke penerimaan. Orang kalau sudah bisa tertawa, sudah senang, apapun ia mau melakukanya, bahkan untuk emmbeli produk yang kurang penting dalam hidupnya.

Jadi manusia janga serius-serius amat, bercanda dalam menawarkan sesuatu itu baik, asalakan tidak berlebihan. Untuk latihanya, mungkin sahabat bisa mempelajari karya orang lain yang berbau komedi, atau mengingat pengalaman-oengalaman lucu dalam hidup juga bisa.

Kesimpulan

Penawaran adalah hal terpenting selain adanya barang yang dijual, tanpa penawaran mustahil transaksi apat terjadi, binis pun tidak mungkin dapat berjalan. Dengan emnguasai beberapa teknik penawaran seperti ini, harapanya akan ammpu menikankan jumlah closing dalam bisnis rekan-rekan semua.

Penawaran mau tidak mau harus bertatap muka, jadi sahabat haru mulai berubah menjadi pribadi yang berani. Alhamdulillahnya, dengan dukungan media saat ini, semua itu jadi terasa lebih mudah. Sekadar unutk penawaran kini bisa dengan jarak jauh, tapi ya tetap ingan konsep diatas tersebut, harus tetap disesuaikan dengan media penawaran itu tersendiri.

Oke sampai disini dulu ya dari saya, semoga artikel mengenai bagaimana cara menawarkan produk tanpa ditolak. Semoga dapat membantu rekan-rekan semua yang sedang ingin memaksimalkan sebuah penawaran. Aamiin…

Jangan lupa juga untuk membagikanya, kepada sahabat lainya ya… klik tombol share dibawah ini!

Baca juga=>Susah Closing? Pahami 9 Pondasi Utama Agar Closing Terus-terusan Setiap Hari

Untuk gabung grup facebook saya gratis, klik disini!


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



2 Responses to 3 Cara Praktis Menawarkan Produk Agar Diterima Tanpa Penolakan

  1. Selamat Malam. Dapat dari socmed saya masuk ke situs anda, setelah saya habiskan waktu untuk membaca
    beberapa postingan konten-kontennya sangat-sangat bagus
    dan beberapa isi yang sangatlah bermanfaat. Saya izin untuk memfollow dan sharing tulisan ke socmed kepunyaan saya
    agar biar situs ini makin tambah banyak pengunjungnya.
    Mudah mudahan selalu di tambawh tulisan baru terus
    ya situsnya. Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top ↑