Tips & Motivasi

Published on Maret 16th, 2018 | by Ibnu

Banyak Orang Dihampiri Kesuksesan Gara-Gara Melakukan Kebiasaan Ini!

Kebiasaan orang sukses? Hmm. Dunia ini penuh perjodohan. Sukses bin Bahagia menikah dengna Gagal bin Mumet, Hitam bin Ireng menikah dengan Putih bin Puteh. Untuk apa sih, sesuatu apapun diciptakan berpasang-pasang? seperti kamu denganku? atau kamu dengannya?

Lupakan tentang perjodohan semesta. Kita akan beralih ke turunannya saja. Soal kesuksesan. Saya prihatinan menyaksikan teman-teman saya sendiri, yang katanya bercita-cita ingin sukses, tetapi kerjaannya ‘ngeloyong’ saja, tidak jelas.

Sesuatu yang terjadi di di dunia ini memiliki pola. Udah tau pa belooom?!

Mustahil saya katakan, jika sesuatu objek dapat bergerak tanpa sebab, tanpa tanda, tanpa sebuah pola tindakan sebelumnya. Hujan saja selalu diantar mendung. Matahari juga tak pernah lupa menyisakan senja sebelum benar-benar tenggelam. Sahabat ingat saat jatuh cinta pertama kali dahulu? Syukur deh kalau ingat. Pasti bukan dengan saya. Muehehe…

Begitupun dengan orang sukses, orang gagal, orang jatuh cinta, kasmaran. Semua terikat pada polanya masing-masing. Pola sukseslah berhasil mengantarkan individu ke gerbang kesuksesannya.

“Sukses berpola, gagal apalagi!”

Dalam  Neuro Linguistic Programming (NLP) ilmu yang membahas tentang liungistik. Tepatnya dalam teknik modelling juga mengatakan demikian. Di mana jika sebuah individu mampu meniru pola-pola tertentu sesuai dengan obyek yang diingini, maka sesuatu yang dimiliki obyek, juga akan diterima si peniru.

Contoh: ingin menjadi seorang pribadi yang lucu dan imut seperti Mas Agus Mulyadi (Gus Mul)? cara termudahnya tiru apa saja yang ada dari dirinya. Dari gaya nyandang, sampai gaya ngelucunya. Baca apa saja tentang dirinya secara terus-terusan, dan konsisten. Maka kelucuan yang tertempel pada Mas Agus sebelumnya, bisa menular ke orang yang sengaja meniru/memodelnya. Kira-kira begitu.

Tanpa berbelit-belit lagi, langsung saja di simak! Pola atau kebiasaan orang sukses yang bisa anda jiplak

Tanda atau kebiasaan orang sukses

Tanda #1. Suka menulis

Menulis merupakan kebiasaan baik yang sering dilakukan oleh orang sukses. Mulai dari hal sederhana sampai catatan rumit semacam keuangan pribadi dan bisnis.

Sahabat juga bisa mulai menulis seperti itu, ya, pertama menulis hal-hal sederhana saja, seperti curhat, surat cinta, atau apalah. Menulis akan sangat bermanfaat, dan bisa mengantarkan individu untuk sedikit mengerti tentang dirinya.

Tanda#2. Berani menolak kesenangan sesaat

Karena merasa tak enak dengan teman yang mengajak bermain, seseorang terkadang rela mengorbankan waktu belajarnya. Ini sangat disayangkan. Kebanyakan anak muda sekarang, mudah tertipu dengan ini. Jangan tertipu, mari menipu!

Bukan waktu bermain tidak penting, tidak gayeng. Tetapi lihat-lihat kondisi-lah. Semisal pekerjaan belum selesai, ya selesaikan dulu. Orang sukses memiliki berani menolak ajakan yang sekiranya belum pada saatnya. Mereka tak membiarkan waktunya dikuasai orang lain, walau pacar sekali pun terus merayu.

Tanda #3. Tidak merasa pintar

Orang yang merasa dirinya pintar, serba tahu, mereka cenderung malas belajar lagi. Sebaliknya orang pintar namun merasa dirinya masih bodoh, akan terus merasa  kurang dan mau belajar. Ya, kan?

Kamu golongan yang mana hayo?

Siapa yang lebih mulia. Orang bodoh, namun giat belajar, atau orang yang sudah pintar tapi malas belajar? O, orang pertama … yaudah, jadi bodoh saja kalau gitu. hiks

Orang sukses, mereka terus belajar. Setiap tempat adalah sekolah bagi mereka, setiap orang adalah guru. Mereka senang membaca, mengikuti kajian, seminar, bahkan meneliti. Tirulah ini wahai sahabatku! kebiasaan orang sukses nomor 3 ini.

Tanda #4. Banyak kawan banyak kemudahan

Mereka yang sukses, biasanya memiliki banyak teman ketimbang musuh. Entah dari golongan pejabat, ataupun penjahat.

Saya memiliki paman seorang pejabat DPRD di salah satu daerah. Dari cirinya, wataknya, nyandangnya dulu, nggak cocok sama sekali jadi anggota dewan. Lebih cocok saya. Tapi kok ya jadi? Rahasianya cuma satu katanya.

“Banyak kawan banyak kemudahan.”

Membutuhkan orang lain bukan berarti berusaha untuk tidak mandiri, tetapi terkadang hidup ini memang untuk saling membutuhkan. Saya biasanya menggunakan istilah ini dengan investasi sosial, yaitu membangun hubungan sosial sesama manusia untuk keberuntungan masa depan.

Tanda #5. Mengenal siapa dirinya

Guru saya pernah mengatakan, “Sukses itu hanya salah satu dampak kecil dari adanya sebuah konsistensi terhadap diri sendiri dalam menjalani kehidupan.”

Ya, siapa yang konsisten dengan dirinya sendiri, kesuksesan tingkat apapun toh, nggak usah dicari sudah datang sendiri. Mereka telah selesai dengan dirinya masing-masing, sudah kenal dan tahu apa yang mesti dikerjakan di dunia ini.

Berbahagialah mereka yang sudah mengenal dirinya sendiri, tidak sekadar nama dan jenis kelamin saja, melainkan sesuatu terpendam yang ada dalam hatinya, menggalinya, dan berkarya.

Tanda #6. Punya tujuan jelas

Orang hidup ini ada tujuannya bukan?

“Menjadi khalifah mas?”

“Iya, bisa.”

Tujuan besar manusia hidup mungkin akhirat, tetapi sebelum itu, manusia dipersilakan tuhan untuk memilih keinginannya masing-masing, memilih tujuan lain. Keinginan, hasrat, tujuan, tak selalu negatif, itu tak salah, justru bagus, asal tidak berlebihan dan lupa mati. Duh duh …

Orang sukses biasanya sudah mengerti apa tujuan hidupnya. Mereka pandai menghitung itu semua, dan disesuaikan dengan kadar diri masing-masing. Coba deh lakukan kebiasaan orang sukses nomor 6 ini.

Tanda #6. Konsisten dengan jadwal

Hidup juga butuh jadwal. Jika tidak, pasti hidupmu semerawut. Besok ke mana ya? ngapain ya? dengan siapa? semua belum terjawab, ya sudah. Siap-siap bingung.

Tanda kebiasaan orang sukses berikutnya adalah mereka memilik jadwal dan konsisten kepadanya. Mulai jadwal harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan mereka menulis dengan cermat, dan menepati jadwal yang telah dibuatnya. Hla, kita, jadwal salat saja masih belum konsisten, apalagi jadwal apel? Huehuehue …

Tanda #7. Pantang menyerah

Untuk merasakan nikmatnya kesuksesan, kita harus merasakan pahitnya kegagalan. Sebab sukses itu ada, sebab terciptanya kegagalan. Jika di kondisi gagal saja membuat mereka berhenti, sama artinya mereka tak akan pernah sampai pada kesuksesan itu sendiri.

Rintangan selalu ada, namanya juga hidup. Tetapi mereka mampu mengatasi itu semua dengan cermat dan semangat. Harus ditiru ya …!

Tanda #8 Tidak ‘CEKE

Siapa yang ingin diberi, maka ia harus memberi. Ini sudah hukum alam, nggak bisa diubah. Bagaimana kita bisa mendapati kesuksesan, jika kita tak pernah memberi satu hal pun kepada manusia lain?

Mereka yang sukses telah terbukti rajin berbagi, entah itu energi, ilmu pengetahuan, sampai harta. Mereka memilih untuk tidak ‘ceke’ (pelit)

“Menanamlah, maka kamu akan memanen. Memberilah, maka kamu akan menerima” jare Simbah (kata kakek).

Tanda #9. Pintar membagi waktu

Waktu merupakan sebuah pertanggungjawaban. Bukan bom, apalagi uang, apalagi wakaatu adalah yang-yangan, bukan. Waktu adalah sebuah pertanggungjawaban.

Saya pernah dijungkirbalikkan oleh waktu, dan rasanya sakit sekali. Jangan diceritakan di sini, malu. Hahaha…

Mereka, si orang sukses tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan tidak mencampur kegiatan dalam satu waktu. Mereka faham betul tentang hukum waktu, bahwa waktu berjalan sekali, tak mungkin bisa terulang.

Tidak usah menunggu waktu lama untuk sukses, detik ini pun jadi. Bagi mereka yang paham waktu.

Tanda #10. Dekat dengan Tuhan

Kenalilah sumber dari segala sumber kehidupan. Pahamilah bahwa sukses bukan datang dari diri sendiri, melainkan datang dari pemiliki kehidupan ini. Kenali dia, kenali dirimu, dan berproseslah. Kesuksesan itu datang dengan sendirinya, tentu jika manusianya sendiri telah siap.

Ingat, keberhasilan, kesuksesan, terkenal, berduit, hanyalah cipratan (bonus) dari konsistensimu mengenal dirimu sendiri dalam menjalani kehidupan.

Itulah pola-pola yang bisa saya baca dari orang sukses. Semoga tercerahkan dan tidak putus harapan terhadap masa depan. Tugas kita bukan untuk sukses, tetapi untuk menjalani kehidupan sesuai panduan. Tugas kita bukan pintar, tapi belajar. “Sukses mah urusannya Allah.” Aa Gym bilang.

Semangat!

Janga lupa komen, dan share ya!

Sekalian, mari joint grup Facebook saya di sini! bakal banyak manfaat kalian tuai.

Tags: , ,


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



Back to Top ↑