Bisnis Online

Published on Desember 1st, 2017 | by Ibnu

Susah Closing? Pahami 9 Pondasi Utama Agar Closing Terus-terusan Setiap Hari

Setiap pelaku bisnis pasti mendambakan barang dagangannya bisa terjual dan laku dipasaran. Betul?

Setiap dari mereka pasti juga menginginkan penjualan barang dagangannya relatif stabil, setiap hari bisa menjual. Setiap hari bisa closing ke calon pembeli.

Namun fakta di lapangan jauh berbeda, banyak pembisnis pemula dan sedang masih mengalami berbagai kesulitan untuk closing, antara fakta dan rencana relatif  bertolak belakang.

Susah Closing? Pahami 9 pondasi utama agar closing terus-terusan setiap hari

Sebelum belajar cara closing setiap hari, sahabat perlu mengetahui definisi closing. Closing sederhananya ialah sebuah kondisi dimana penawaran atau ppromosi yang sidodorkan oleh pembisnis, mampu menghasilkan transaksi.

“Sesuatu yang hari besar, pasti pemiliknya melakukan hal besar, yang penuh keputusan besar juga. Mengusahakan dengan sedemikian rupa, ditambah usaha pontang-panting dimasa lalu…”

Saya telah lakukan riset kecil-kecilan untuk mencari tahu hal ini, kenapa sih kebanyakan para pembisnis pemula masih mengalami kesulitan dalam hal closing? Tidak bisa closing setiap hari. Ternyata kebanyakan dari mereka ya itu tadi, masih lemah dalam pondasi-pondasi closing. Padahal pondasi adalah kekuatan utama dalam segala hal. Seperti bangunan rumah…

Di lapangan pun sama, banyak pengusaha yang mengalami kesulitan dalam closing. Sahabat perlu tahu, bahwa untuk closing setiap hari itu tidak mudah, harus dibangun dari nol, dimulai dengan memperkuat pondasinya.

Dengan mengerti akar masalah kenapa masih susah closing setipa hari, tentu jalan keluar akan kita ketemukan bersama, juga sebagai bahan evaluasi bisnis yang menarik.

Susah Closing? Pahami 9 pondasi utama agar closing terus-terusan setiap hari

Pondasi Waktu

“Selama orang tidak bisa mengandalikan waktu, mereka akan dikendalikan oleh waktu..”

Orang sukses ialah mereka yang bisa mengendalikan waktu, termasuk waktu berbisnis. Mereka tahu kapan waktunya berdagang, kapan waktunya promosi, tahu waktunya liburan, makan, tidur, dan lainya.

Mereka yang pondasi waktunya lemah, maka kemungkinan pertama bisnisnya akan tidak karuan, kesana kemari, penuh ketidakjelasan. Dan pasti gagal untuk closing setiap hari.

Mungkin sebagian dari sahabat, yang tak lain pembisnis online, juga  mengalami yang namanya, “sulit membagi waktu” tidak hanya mereka yang masih menjadikan bisnis online sebagai sambilan, para pembisnis online full time juga kadang mengalami kesulitan yang sama.

Yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah kembali ke niat. Niat yang tulus dalam hati untuk mau, serta mampu menjalankan sebuah bisnis dengan serius. Niat yang tidak setengah-setengah.

Kedua, semua bergantung bagaimana  kecerdasan kita untuk membagi waktu. Mungkin agak sulit, bagi yang masih nyambi bekerja menjadi karyawan di perusahaan, tapi saya percaya kalau ada niat, pasti ada jalan…

Pondasi mindset jualan (Jualan kalau ada perlunya)

“jualan itu, jangan kalau ada perlunya saja, kalau lagi butuh saja, kan lucu…”

Bicara bisnis, tidak ada habisnya untuk mengulik mengenai banyak pemikiran yang masih belum tepat dalam berpikir bisnis. Seperti jualan kalau hanya lagi butuh uang banyak, jualan kalau lagi susah, dan mood-mood tidak jelas lainya.

Sahabat,  apapun emosi yang sedang bersarang pada diri sahabat hari ini (susah, senang bungah, kecewa, dll) jangan dijadikan patokan melakukan jualan. Ini fatal banget loh…

Kata guru saya ni, tidak peduli apapun emosi yang sedang kita rasakan, seseorang pemenang ia bisa melawan bahagia, atau kesusahaan. Bahagia artinya tidak terlena, susah artinya tidak gampang menyerah. Netral.

Bisnis atau jualan yang terdorong karena perasaan sementara, mood-mood tertentu, bisa ditebak bagaimana endinya, hasilnya pun ikut mood-moodtan juga. Tidak akan bisa maksimal.

Lalu bagaimana menguatkan pondasi ini?

Bersikaplah netral, mau ada bencana, angin lewat, banjir menggenang, galau, ditolak cintanya , dan pembentuk emosi negatif/positif lainya, tetaplah jualan. Apa? TETAPLAH JUALAN.

Pondasi leads

Leads atau calon pembeli merupakan faktor utama terjadinya closing, tanpa mereka akan kesulitan untuk closing.

Hukum sebab akibat berlaku disini, jika sebuah bisnis yang memiliki leads banyak, maka kemungkinan closingnya juga jauh lebih besar. Orang-orang yang melihat promosi tersebut jauh lebih banyak.

Nah, kebanyakan para pembisnis online yang masih susah closing setiap hari sebenarnya ini, belum punya leads yang banyak. Selain mereka tidak berusaha menambah leads bisnis, mereka juga belum tahu caranya menambahkan orang-orang calon pelanggan dalam sebuah wadah.

Leads sendiri biasanya berbentuk seperti, database, kontak, email newsletter, kontak bbm, wa, grup, dan lainya.

Jadi initinya adalah, dengan calon pembeli yang maksimal (leads), maka semakin banyak juga mata yang melihat promosi kita, dan kemungkinan terjadinya closing  setiap hari sangat memungkinkan.

Ada cara sederhana untuk mengumpulkan leads seperti, membagikan hadiah secara cuma-Cuma, memberikan informasi, dan ilmu secara gratis dan masih banyak cara lagi.

Pondasi target jangka waktu

Saya adalah orang yang sedikit geli-geli gimana gitu kalau mendengar atau membaca kata, “target” “sasaran” “harus sampai” dan seabreek kata-kata yang menekankan harus berhasil lainya.

Setiap orang beda-beda sih. Ada yang baru membaca kata “target” semangatnya langusng menggebu-gebu. Langsung terbirit-birit berangkat action. Ada yang muak, dan langsung muntah-muntah. *mirip saya 😀

Kalau saya pribadi bisanya mengganti kata target menjadi alasan. Contoh, kenapa saya harus menjual barang A sebnyak sekian dalam waktu sekian jam? Oh, jika bisa banyak orang akan terbantu, saya pun bahagia bisa berbagi rezeki ke orang lain.

Tapi itu tak menjadi masalah. Intinya batas itu penting dalam bisnis. Target itu penting. Pondasi inilah yang sering dilupakan oleh banyak sekali pembisnis online pemula. Lupa target.

Memang sulit diawal, menyusun ini itu, dan kalau ga tercapai pasti sedih banget rasanya. Namun sabar… Sahabat harus tetap melatih kebiasaan menulis target ini, mulailah dari target kecil-kecilan yang masuk akal terlebih dahulu. Setelah terbiasa dengan terget kecil, mulailah gelembungkan lagi target sahabat jadi lebih besar, besar, dan membesar.

Pondasi dalam aktivitas bisnis

Kebiasaan yang sudah membudaya di negeri kita adalah gotong royong. Betul? Namun melihat waktu kian berjalan kebiasaan mengerjakan sesuatu bersama-sama ini sudah mulai luntur dari kehidupan masyarakat, terutama masyarakat perkotaan.

Sebuah pekerjaan, jika dilakukan dengan orang baynyak yang terstruktur, akan ampu menghasilkan sesuatu yang “wah” Dalam hal berbisnis pun juga demikian.

Berhentilah berpikir bahwa bisnis sahabat akan besar jika dilakukan sendirian, lihatlah CEO-CEO besar yang ada di dunia, mereka pintar untuk mengajak orang lain bekerjasama (bergotong royong sesuai visi perusahaan). Mana diantara merkea yang bekerja sendirian, jika ada pasti perkembangan bisnisnya bakal kalah dengan pesaingya.

Ingat, manusia itu memiliki batasan. Tidak semua keahlian dapat dikelola dan dikerjakan oleh satu orang saja.

Bayangkan saja, jika sebuah perusahaan panci, yang memproduksi panci orang itu, yang menjual orang itu, yang jaga parkiran toko, juga orang itu. kalau begitu-begitu terus kapan dong usahanya akan berkembang?

Cara mengatasinya?

Sahabat harus belajar cara mendelegasikan tugas kepada orang lain, jangan pelit ilmu deh tips saya. Bangunlah sebuah tim yang memiliki visi misi yang oke.

Pondasi mental (tidak takut di php)

Memang sakit sih di php calon pembeli. Sudah semgat promosi, adrenalin melonjak hampir closing, eh ujung-ujungnya ga jadi beli, karena alasan tertentu. “lah, maksud ini orang apa!?”

Banyak pembisnis yang mengalami hal konyol ini, apalagi pembisnis online yang kebanyakan cara transaksinya tidak terlihat. Jangan sedih, kita sama.

Jadikan pengalaman ditolak itu sebagai pelajaran yang nantinya bisa kita bagikan untuk orang lain. hitung-hitung buat cerita untuk anak cucu nanti. Hihihi…

Pembisnis itu harus bakoh (kuat) tahan banting, juga harus menguasai berbagai cara unik untuk menghadapi konsumen yang sifatnya beraneka warna, yang tidak jelas tadi. pelajari trik-trik khusus, tujuanya ya supaya closing terus setiap hari, terus dan terus…

Ilmu psikologis bisnis sangat cocok unttuk menangkal php calon pembeli ini. Lawan mereka yang php!

Pondasi dalam penawaran

Kenapa susah closing setiap hari? Mungkin sahabat masih lemah dalam pondasi ke tujuh ini. penawaran yang masih belum maksimal.

Membuat promo yang menjual itu susah susah gampang. Banyak parameter yang perlu kita perhatikan dalam mendisain lembar promosi, seperti judul, opening, isi, penutup, dukungan media visual audio, dan lainya.

Jika pondasi penawaran ini bagus, maka tidak perlu pusing untuk ngebet closing setiap hari. Mereka akan dengan sendirinya datang kita untuk langasung beli.

Caranya pripun mas?

Mau tidak mau, sahabat harus banyak belajar berbagai ilmu seperti, cara membuat promosi yang menjual, teknik copywriting mumpuni, disain promosi, dan ilmu lainya.

Pondasi kerjasama

Sendiri itu sepi/sendiri itu kosong/bagaikan kertas tanpa tinta/yang tiada artinya… (puisiku)

Manusia hakikatnya makhluk yang sendiri, di kandungan sendiri, mati sendiri, menanggung dosa ya sendiri, tapi kesendirian itu diciptakan untuk apa kalau tidak untuk membuat keramain yang bermanfaat di dunia.

Dalam pelajaran ilmu sosial tingkat SD yang sudah kita tahu, manusa disebutkan sebagai makhluk yang tidak bisa hidup sendiri mereka membutuhkan rasa cinta dari sesama, saling membutuhkan (kerja sama).

Berbisnis sendiri memang enak, keuntunganya bisa dinikmati sendirian. Namun alangkah lebih kerenya, jika kita memiliki jalinan kerjasama dengan orang lain. antarprodusen mungkin, atu antardropsipper, dan lainya.

Dengan kerjasama dengan pihak lain, maka sesuatu yang visikan akan jauh lebih powerful, ya itu tadi, gotong royong. Hanya saja disini kerjasama secara luas, tidak hanya kerjasama dengan orang dalam perusahaan, melainkan puhak luar juga perlu andil dalam usaha.

Pondasi teknik closhing

Terakhir…

Ini pondasi kunci, agar kita tidak mengalami kesusahan dalam closing. Yaitu dengan mengetahui langkah-langkah, dan cara closing setiap hari itu tersendiri. Mereke yang susah closing setiap hari mungkin ya karena belum begitu memahami bagaimana teknik closhing yang benar. Andai toh mereka mau meluangkan sedikit untuk belajar. Pasti masalah kesusahan closing setiap hari dapat datasi dengan tepat.

Berbisnis itu tidak hanya menggunakan mental bisnis yang kuat. Mental closing setiap hari penting, namun skill closing tidak kalah pentingya untuk menunjang supaya bisnis dapat berjalan dengan baik. kerja cerdaslah intinya…

Langkah lanjutan

Kira-kira pondasi mana yang lemah, dan masih mengganggu di benak sahabat? Satu, dua, tiga, atau semua?

Lalu pondasi mana pula yang sudah kuat, yang sudah berjalan dengan semestinya?

Pertahankan pondasi yang sudah terbentuk tersebut, dan cobalah tambal kekurangan pondasi yang belum sempurna. Caranya ya dengan 3B1P (Belajar, Belajar, Belajar, dan Praktek)

Hari ini ilmu itu sudah tersebar di mana-mana, seperti samudra yang naik ke daratan. Kita hanya dipinta untuk sedikit saja mau berusaha mencarinya. Yotube, google, media sosial, buku, ilmu semua isinya, namun pintar-pintarlah mem-filter ilmu yang sekiranya penting saja.

Mau tidak mau kita harus evaluasi terhadap bisnis yang sudah kita jalankan. Dengan artikel Susah Closing? Pahami 9 pondasi utama agar closing terus-terusan setiap hari, diharap sahabat bisa melakukan closing setiap hari.

Oke, sekian artikel dari saya. Semoga dapat bermanfaat untuk rekan semua yang ingin closing setiap harinya, tanpa henti.

Kritik, saran, dan komentar, silahkan bisa sahbat tulis di kolom komentar bawah. Yuk gabung juga ke grup facebook saya, disana ada banyak sekali info menarik seputar internet mateting, blogging, dan writing. Klik disini!

Jangan lupa, share artikel ini yaaa…

Baca juga=>Rahasia Seputar Ide, dan Bagaimana Cara Mudah Mendapatkanya

Tags: , ,


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



Back to Top ↑