Blogging

Published on November 5th, 2017 | by Ibnu

Ngeblog: Amalan Menuju Surga

ANAK-ANAK sejak kecil sudah diajarkan untuk memiliki cita-cita yang maha tinggi oleh guru dan orang tuanya. Sang anak pun dengan bangganya mendeklarasikan impiannya, ingin menjadi sosok ini dan itu, sebuah gambaran terhadap masa depan.

Cita-cita mereka biasanya merujuk dalam hal pekerjaan. Seperti ingin menjadi presiden, tentara, dokter, pilot, polisi, dan lainya. Jika ditanya alasana, mereka pun menjawab dengan  sangat sederhana dan lucu. Namanya anak kecil…

Saya punya pengalaman unik tentang ini. Di bilang lucu iya, dibilang ngenes juga iya. Waktu itu saya pernah menanyai seorang anak kecil di sebuah lapangan bermain di sebuah desa di Klaten, tentang apa cita-citanya. Saya terperagap mendengar jawabanya yang dengan bangga menjawab, “Saya ingin jadi koruptor mas! Punya uang banyak.”

Mendengar jawaban yang polosnya, membuat saya berpikir. Siapa gerangan yang mengajarinya bercita-cita seperti itu? tahu apa anak kecil tentang “koruptor”? Secepat kilat ia beranjak berlari menuju teman-temanya. Untuk bermain. Saya tetap berpikir.

Betapa banyak warna jika bicara impian maupun cita-cita. Setiap manusia pasti memilikinya.

“Impian bagi setiap orang merupakan alasan untuk tetap bertahan hidup, untuk memperjelas harapan”

Dalam perjalanan kehidupan pribadi, saya sudah banyak kali berganti cita-cita, berusaha mendefinisikan tentang cita-cita. Dahulu pertama saya ingat, ingin menjadi seorang dokter yang tamvan, lalu menjadi artis yang kece, jaksa yang tamvan, teknisi handal yang keren bisa bikin anus.

Namun pada akhirnya diantara semua  cita-cita itu tidak menjadi kenyataan. Saya malah menjadi diri saya sendiri seperti ini.

Memang, waktu dapat merubah segalanya, termasuk definisi cita-cita. Dan beruntunglah kita yang semakin sadar, dengan berjalanya waktu serta kejadian-kejadian penuh makna. Kita dapat merumuskan cita-cita baru yang benar.

Sekarang cita-cita saya adalah surga. Lebih tepatnya berorientasi mengarah ke tempat nun indah itu. yang perjalananya dimulai dengan satu langkah, K-E-M-A-T-I-A-N.

Surga. Sebuah tempat  di alam akhirat yang penuh nikmat, sebuah tempat dimana bisa menatap wajah-Nya sembari tersenyum, sebuah akhir dari kerinduan terhadap Sang pencipta.

Cita-cita  atas pekerjaan masa depan itu baik, tidak masalah ingin menjadi ini dan itu. kita diberi kebebasan memilihnya. Tapi, coba renungkan… Bukanya seseorang akan mendapatkan sesuatu berdasarkan niatnya? Dan jika dibalik niat itu hanyalah karena dunia, berarti kita akan mendapat dunia saja? Padahal sahabat, dunia ini hanya sebentar. Hidup adalah singkat. “Urip gur mampir mancing, mampir ngombe, lan mampir jajan.”

Jadi  saya ingin mengajak, sekaligus mengingatkan diri sendiri untuk tidak berorientasi dan berobsesi terhadap dunia saja, melainkan semua harus terarah dengan baik, sesuai tujuan manusia di ciptakan, dan dari mana manusia berasal. Jadi siapkah sahabat berubah fokus, energi berorientasi menuju akhirat? menuju surga-Nya?

Semua profesi di dunia sebenarnya bisa mengantarkan kita menuju surga. Tentu pekerjaan yang disyariatkan ya, bukan yang haram di larang Tuhan. Tukang pijit, tukang tambal ban, tukang jahit, tukang nge-game, tukang blog (blogger). Semua punya kesempatan yang sama.

Karena saya suka mainan blog, maka izinkan kali ini saya akan menjabarkan sebuah cara, sebuah usaha, sebuah upaya untuk masuk surga melalui jalan seorang blogger. ­Asyik…

Yang blogger tepuk tangan… Calon blogger baca dulu yaa, tepuk tangannya nanti saja, di akhir. Hehe…

Kenapa mesti blogging?

Setiap saat, kita mendapat ilmu yang tidak terhitung banyaknya. Maka kita perlu mengikatnya dengan blogging (menulis) agar ilmu tersebut tidak mudah lupa.

“Ikatlah ilmu dengan tulisan.” Rasul kata.

“Ikatlah ilmu dengan ngeblog.” Kata saya.

Pada dasarnya keduanya sama. Ngeblog adalah menulis melalui media blog.

Bayangkan…

Jika ilmu tak pernah ditulis, apa yang terjadi? tentu hal yang buruk akan terjadi pada dunia. Jika Al-Quran tidak ditulis, mungkin saat ini hanya sedikit saja yang bisa melafalkanya. Tanpa penulisan, sejarah tidak pernah ada, padahal, sejarah adalah tempat dimana kita dapat belajar banyak hal.

Dakwah blog

Mereka yang berpikiran sempit, mengatakan bahwa pengertian dakwah hanya sebatas  pembicara yang membawakan sebuah materi ceramah di mimbar-mimbar, sekadar berpindah dari sebuah surau, ke surau lainya. Dakwah dalam arti yang sebenarnya bukanlah itu.

Perlu sahabat catat, seperti diawal tadi. Bahwa kemampuan dan talenta seorang itu berbed-beda tergantung lingkungan dan aspek internal yang menciptakanya menjadi sosok unik tertentu. Ada orang yang cocok jadi penceramah, dia nyaman disana. Ada pula yang cocoknya jadi seorang teknisi, seorang blogger, dan profesi lainya. Jadi siapa pun dan apapun profesinya tidak menutup kemungkinan untuk berdakwah. Indah kan kalau begitu?

“Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)

Ayat diatas merupakan perintah Allah untuk manusia agar berdakwah, menyeru berita gembira, dan memberi peringatan sesuai dengan ajaran Quran, dan sunnah Rasul.

“Apabila manusia meninggal dunia maka terputus darinya amalannya, kecuali tiga perkara iaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya.”  (HR. Muslim)

Ngeblog bisa menjadi salah satu amalan jariyah (ilmu bermanfaat), amal yang tidak putus-putus setelah kewafatan. Dengan syarat, seorang blogger itu mesti ikhlas semata-mata karena Allah. Bahwa hidup dan matinya, akan menuju Allah. Melakukan pekerjaanya dengan cinta untuk mengharap ridho dan cinta-Nya pula.

Ngeblog dan menulis itu sebenarnya tidak perlu bakat khusus, maka jangan buat alasan kenapa belum mulai menulis dan ngeblog. Yang di perlukan adalah kemauan untuk menyebarkan ilmu pengetahun, inspirasi, dan manfaat kepada manusia lain.

“Teknik itu bisa dilatih, bisa di pelajari. Tapi niat, harus dari hati, dan harus hati-hati.”

“Bakat itu tak akan lahir jika tak ada kemahuan. Tapi karena mau, bakat bisa hadir”

Ath- Thibi Mengatakan, “Manusia terabagi menjadi dua. Pertama manusia yang memanfaatkan ilmu untuk dirinya sendiri, dan tidak mengajarkan ke orang lain. kedua, manusia yang tidak memanfaatkan untuk dirinya, melainkaan untuk manfaat  terhadap orang lain.

Manusia yang memiliki ilmu dan membagikanya di umpamankan seperti air hujan yang jatuh menghujam tanah, lalu meresap. Membikin tanah menjadi subur dan menjadikan tanaman-tanaman dapat tumbuh hijau, penuh bunga warna-warni. Dan seperti hujan yang jatuh dalam tanah keras yang airnya dapat menggenang, menjadi manfaat bagi manusia dan hewan untuk minum dan mandi.

The power of blog

“Apa untungnya ngeblog? yang mau baca siapa juga?”

Pokoknya ada, aman itu.

Terpenting mulai saja dulu buat blog. Jangan berpikir rendah siapa yang baca, siapa yang mau lihat, dan sebagainya. Sahabat akan tahu jika sudah memilikinya sendiri.

Baca : 19 fakta mengenai manfaat memiliki blog

Blog sebagai media berbagi (Publikasi)

Salah satu Memiliki blog sebagai media publikasi atau berbagi adalah sebuah investasi besar yang mampu membawa kita sukses tak hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. Seperti investasi ilmu, harta, sosial, dan investasi surga.

Bayangkan jika kita membuat satu konten yang bagus, konten yang mengandung ilmu serta hikmah bernilai. Konten itu pun dilihat banyak mata untuk dibaca di blog, lalu tanpa sadar mereka terinspirasi untuk berubah ke arah yang lebih baik. MasyaAllah… betapa indahnya saling berbagi seperti ini. Benar-benar surga dunia.

Banyak hal yang bisa kita bagikan di blog, tak hanya mengenai ilmu Islam saja. Berbagai macam model tulisan, aliran, semua memiliki nilai yang sama, dan berpeluang menjadi nilai dakwah.

“Tulis apa saja yang engkau sukai, minati,dan cintai. Dari sana engkau bisa berbagi.”

Bayangkan dari blog, kita bisa bersilaturahmi dengan pemilik blog lain. Bertukar wawasan dan peluang. Dapat juga berkomunikasi dengan pembaca. Boleh lah berharap dapat jodoh juga dari blog. Halal? Halal… Boleh? Boleh… Kebetulan nih, saya sedang menantikan kehadiran istri pertama. *Lah anak ini?

Yang penting lagi, blog bisa menjadi pintu rahmat rezeki baru, bisa menghasilkan pundi-pundi sen yang bisa kita pakai untuk memnafkahi keluarga, sedekah, dan membantu orang lain yang sedang membutuhkan.

Blog adalah media menuntut ilmu

Betapa Allah sangat menghargai orang yang bekerja keras mencari ilmu, dan memilikinya. Sampai Dia akan menaikan drajat terhadap mereka, dari orang-orang yang tidak berilmu.

Faktanya jelas, dimana pun berada orang yang berilmu selalu dilayani orang lain, dihargai, dan tidak direndahkan. Orang berilmu bagaikan satu cahaya terang dalam kegelapan, yang menarik cahaya-cayaha kecil mendekat kepada-Nya.

Orang yang berilmu, ia tahu makna dari sebuah perbedaan. Ia dapat membedakan mana yang hak, dan mana yang batil, tahu bagimana cara memperlakukan sesuatu yang menjadi miliknya atau bukan, ia juga paham bagaimana cara mencapai sesuatu dengan dengan ilmu.

Kita semua tahu, bahwa menuntut ilmu atau belajar, hukumnya wajib bagi setiap muslim. Jadi, tak ada alasan untuk kita semua berleha-leha terbawa arus dunia yang terasa nikmat sesaat.

Dalam blogging ada beberapa ilmu dasar yang wajib kita kuasai. Seperti, kepenulisan artikel, teknik-marketing marketing, desain grafis, ilmu SEO, koding, dan  masih banyak lagi.

Ngeblog itu seperti kita mewakafkan ilmu. Pahala dunia, akhirat akan mengalir terus bahkan hingga menjadi tiada kelak. Passive income, yang tak terhingga, tabungan semesta yang tak pernah merugi. Jadi blog kita nantinya menjadi semacam investasi dunia dan akhirat.

Jangan pelit untuk berbagi. Ilmu sama halnya dengan harta, jika kita rajin menyedekahkanya maka ilmu itu bersih, suci, serta murni. Terpenting lagi, ilmu si pembaginya akan selalu ditambah oleh Allah SWT. Bertambah, dan bertambah…

Jangan anggap remeh profesi tukang blog, sekali senggol, bisa kelepek-kelepek kamu. Iya kamu… 😀

Banyak jalan menuju rumah, begitu juga dengan surga.

Pada dasarnya setiap gerak gerik manusia, serta usaha-usahanya untuk bertahan hidup di dunia, untuk membantu sesama. itulah yang menjadikan manusia mulia dihadapan-Nya.

Usaha yang niatan awalnya baik, insyaAllah akan berujung ke kebaikan juga.

Masalah profesi sebenarnya semua itu bisa mengantarkan kita menuju surga, banyak jalan menuju surga. Bukan penceramah saja yang punya surga, bukan. Tidak hanya pendakwah yang punya surga. Tidak. Apalagi blogger, duh apa-apaan coba…

Semua profesi yang ada di dunia pada hakekatnya penuh perbedaan, penuh rasa, penuh warna dan cinta. semua itu diciptakan tentu ada maknanya, ndak kok main ciptain gitu aja. Perbedaan itu adalah sebagai sarana untuk saling membutuhkan, saling melengkapi, saling menyempurnakan. Karena hakekatnya manusia tak bisa hidup sendiri.

Mulai sekarang hargai profesi sahabat apapun itu, itu amanah. Dan bagi sahabat yang masih mencari cita-cita pekerjaan masa depan, jangan menyerah kejar sampai dapat. Jangan lupa berdoa.

“…Dengan bekerja aku bisa melihat surga, dengan pengapnya bekerja aku bisa mencium bau surga, dengan keringat yang menetes darinya aku bisa merasa hembusan angin surga, dengan lelah yang kudapat ari bekerja aku bisa merasakan seperti apa teduhnya bernaung disana…”

Sekian artikel kali ini, semoga menjadi nilai baik dihadapan-Nya. Dan semoga sahabat bisa mengambil pelajaran dari sini. Aamiin.

Saran, kritik, dan komentasnya bisa sahabat tulis di kolom bawah. Bagi yang ingin mendapat informasi mengenai internet marketing dan lainya, bisa join ke grup facebook saya disni!

Jangan lupa share yaa…

Baca juga=> Cara mudah wujudkan ide bisnis dari Richard

Tags: , , ,


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



Back to Top ↑