Affiliate Marketing

Published on Juli 5th, 2017 | by Ibnu

6 Kesalahan Fatal yang Wajib Anda Ketahui dalam Bisnis Affiliate

Benar. Affiliate marketing akan memberikan kesempatan baaru untuk menghasilkan uang dari internet secara sederhana dan mudah. Tapi ini tak akan semudah yang ada dibenak sahabat semua. Tidak semua orang yang beraffiliate juga pasti sukses. semua kembali kepada diri masing-masing.

Kali ini saya akan membahas mengenai 6 kesalahan fatal bagi seorang affiliate marketer, yang sering membuat pemiliknya gulung laptop. Mudah-mudahan dapat membantu rekan sekalian,  yang ingin belajar bisnis afiliasi, dan supaya terhindar dari kesalahan ini sewaktu menjalankanya.

Apa saja 6 kesalahan fatal itu? Berikut ulasanya;

Kesalahan #1 Mengirim prospek langsung ke halaman affiliate

Ini merupakan hal yang paling sederhana dan mudah sekali dilakukan, karena tugas seorang affiliat marketer memang membagikan linknya. Yang demikian terkesan simple tanpa ribet. Ambil link, lalu pasarkan. Namun, tahukah anda jika mengirim prospek langsung ke link affiliate produk, adalah sebuah kesalahan fatal dalam menjalankan bisnis affiliate yang pertama.

Mengirim link affiliate secara langsung, rata-rata tidak disukai oleh calon pembeli. Mereka berpikir, ”Dapat apa saya, jika mengklik link tersebut? ujug-ujug kok suruh beli. Edan…” jangankan membeli, meng-klik saja mereka malas.

Tanpa mengetahui apa itu, dan apa manfaat yang akan mereka dapatkan jika membeli, rekan tidak bisa langsung berikan link affiliate. Bahaya, janggal, pokokknya jangan. Ini salah besar.

Giringlah target marget anda ke website terlebih dahulu, edukasi mereka dengan informasi terbaik yang anda miliki mengenai produk tersebut, apa, dan kenapa mereka harus beli, manfaat apa saja yang akan didapatkan dari produk tersebut.

Buatlah sesuatu yang menarik sebelum anda mencantumkan link affiliasi yang akan dbuka oleh target market. Anda juga bisa menawarkan keuntungan lain seperti, bonus(ebook, sofware, video training) dan layanan dari anda. Oke? Lanjut!

Kesalahan #2 Website terlalu penuh dengan link affiliate

Memang benar, semakin banyak iklan afiliasi, semakin tinggi peluang untuk terjadinya penjualan or deal. Namun ini kurang berlaku ketika menjalankan bisnis affiliate, melalui media website. kenapa?

Lihat, pandang, cermati saja, bagaimana suatu halaman atau tautan tertentu terlalu banyak banner/spanduk iklan afiliasi yang menyolok mata, sampai memeras air mata. Itu akan sangat menggganggu bukan? Selain mengganggu, hal tersebut juga membuat calon pembeli kebingungan memilih, dan pada akhirnya memutuskan pergi dari website anda selama-lamanya. Amat disayangkan sekali bukan? datang sekali, pergi selamanya.

Orang-orang lebih suka melihat tampilan website yang jelas, dan mudah dimengerti. Cukup anda letakan ulasan produk secara jujur untuk menarik pengunjung. Cobalah untuk memasang iklan teks, dan bukan iklan yang menyolok mata(grafis).

Berdasar penelitian pun telah terbukti, bahwa iklan teks dalam tautan lebih berhasil dibanding iklan grafis. Orang suka dengan apa yang mereka inginkan, dan bukan dari mewahnya grafis.

Selain itu, terlalu banyak menggunakan iklan gafis juga akan memperlambat kinerja website anda, ingat pengunjung tak suka menunggu lama.

Berlebihan itu tidak baik, tetap batasi iklan anda dalam suatu tautan atau halaman rekan. Jadilah simple.

Kesalahan #3 Keamanan minim rawan pencuri

Jangan salah, bisnis affiliate ini juga punya kerawanan loh,  dan sahabat wajib tahu. Pencurian komisi adalah salah satu kelemahan dari affiliate marketing. Jangan sampai ketika sahabat sudah letih, menguras keringat, berpayah-payah promosi, lembur hingga malam sampai terlupa mandi, namun hasilnya malah dinikmati orang lain. sungguh ndak lucu bukan?

Ada beberapa trik yang bisa rekan sahabat gunakan untuk menanggulanginya, meskipun tidak sepenuhnya bakal aman.

Pengalihan link afiliasi (cloaking) kelihatanya cocok untuk melindungi komisi anda. Link affiliasi biasanya terdiri dari nomor id pemilik di akhir ulr situs merchant.  bukan model yang baik, karena setiap orang bisa menjatuhkan anda melalui no id tersebut.

Link anda perlu di cloaking. Caranya mudah, anda bisa menggunakan website penyedia layanan ini secara gratis seperti bit.ly. Setelah link anda dialihkan(cloaking) link awal yang kodenya panjang, biasanyanya menjadi lebih singkat, no id pun tidak terlihat. Aman sudah.

Kesalahan #4 Terlalu Hard Selling

Ada beberapa teknik selling yang biasa digunakan dalam pemasaran afiliasi produk affiliate, salah satunya adalah hard selling(penawaran keras). Hard selling adalah suatu bentuk penawaran yang terang-terangan. Contoh ; Beli Sekarang!, Miliki Saat ini Juga!, dll.

Hentikanlah menggunakan kata-kata yang berkesan hard selling dalam tautan berisi iklan affiliate sahabat. Karena sekali lagi, pengunjung butuh edukasi terlebih dahulu. Edukasi yang meyakinkan serta “wah”. Jangan saking anda tidak sabaran mendapat komisi, malah mebuat pengunjung anda lari, karena terkesan memaksa dan dipaksa untuk beli. Padahal mereka tak tahu apa-apa tentang produk yang anda pasarkan.

Teknik selling terbaik adalah teknik, sharing-sharing dahulu, komisi kemudian. Berbagi dahulu, gajian kemudian. Rekan harus memberi  jika ingin menerima sesuatu yang lebih. Masuk akal? Semoga.

Kesalahan #5 Tak Melacak Penjualan

Kesalahan fatal berikunya adalah tidak melajak penjualan, entah lupa, atau memang belum tahu. Kebanyakan dari affiliate marketer meningggalkan hal penting ini. Melakukan pencarian/pelacakan penjualan sangat penting, dan bermanfaat untuk plan bisnis selanjutnya.

Ketika rekan melakukan pelacakan, anda akan tahu dari mana penjualan itu berasal, dan sebagian data dari pembeli. Ini berguna untuk mengetahui dari mana asal terjadi transaksi paling maksimal. Menggunakan iklan model X atau Z, melalui web, atau tautan, dll. Nah, dari sini anda dapat mengkonversi dan mengembangkan strategi pemasaran lanjutan dihari esok untuk mencapai target komisi.

“Strategy terbaik, tidak pernah muncul diawal pikiran, namun ia muncul di urutan dua, ketiga, keempat, dan mungkin seterusnya…”

Anda bisa memanfaatkan bit.ly untuk melacak link affiliate pribadi(cloaking dahulu di bit.ly). Atau anda juga bisa menggunakan tools keren seperti hypertracker.

Kesalahan #6 Mudah tergoda

“wah, sudah promosi mati-matian tapi belum ada yang beli dari link affilietku, komisi pun nol besar. Ganti produk aja mungkin ya…”

Pernah mengeluhkan permasalahan yang sama dalam bisnis affiliate seperti diatas?

Bersyukurlah kalau sahabat pernah mengalami kesalahan fatal nomor 6 ini. Menurut saya, tidak ada produk yang gagal di dunia ini, setiap produk pasti memiliki manfaat. Lalu kenapa belum ada yang membeli melalui link anda? Mungkin cara jualanya rekan yang belum benar. Produk tak bisa disalahkan. Begitu juga ketika anda gonta-ganti produk, dan hasilnya sama saja.

Cobalah konsisiten dengan produk tertentu dan terus evaluasi cara pemasaran kita. Maka permasalah fatal ini tidak akan berguna untuk sahabat semua.

Seorang affiliate marketer yang baik, pasti selalu berusaha untuk tidak melakukan berbagai kesalahan fatal. Mereka juga belajar dari kesalahan orang lain.

Bukan manusia jika ia tidak pernah melakukan kesalahan, bukan manusia juga jika tak mau belajar dari kesalahan. Yup, kesalahan diciptakan bukan untuk menjatuhkan mental kita, melainkan kesalahan diciptakan sebagai sarana untuk menuju suatu kebenaran.

“jika  kamu takut untuk salah, sama artinya kamu takut untuk menjadi benar” –Wagiyoto

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda. Jangan lupa untuk membagikanya pula kepada sahabat anda dimanapun. Komentar terbaik anda saya nantikan dikolom bawah.

Silahkan join grup facebook untuk mendapat informasi menarik dan ter-update mengenai bisnis online lainya disini! Terimakasih..

Baca juga : Cara mudah wujudkan ide bisnis: Richard Branson

Tags: , , , ,


About the Author

adalah seorang penulis yang juga memiliki minat di internet marketing. Semua berawal dari sejarah, dan dari sana juga ia tercipta.



Back to Top ↑